Bisnis Senjata Memang Paling Menggiurkan
Senin, 02 Okt 2006 08:50 WIB
Jakarta - Indonesia kembali dikagetkan dengan penangkapan purnawirawan TNI AL di AS karena upaya penyelundupan senjata secara illegal. Dan ternyata penyebab maraknya upaya penyelundupan senjata yang dilakukan oknum sipil ataupun militer, karena bisnis senjata merupakan bisnis yang paling menggiurkan."Memang bisnis ini (senjata, red) adalah bisnis paling menggiurkan selain bisnis lain seperti illegal loging. Wajar kalau banyak yang tertarik," kata pengamat militer dari Universitas Parahyangan Anak Agung Banyu Perwita kepada detikcom, Senin (2/10/2006).Agung juga menjelaskan, bukan hal yang aneh apabila pelaku penyelundupan senjata ilegal banyak dilakukan oleh kalangan militer, baik yang masih aktif maupun tidak. "Karena yang paling ngerti dan tahu soal senjata adalah TNI sendiri. Apalagi kawasan di sini banyak mengalami konflik," ujarnya.Pada negara-negara berkembang seperti Indonesia, Agung menambahkan, jual beli senjata ilegal kerap terjadi karena sistem transparansi dan akuntabilitas pembelian senjata oleh militer yang tidak rapih. Sehingga memancing munculnya black market senjata.Mengenai dugaan adanya keterkaitan dengan kasus penimbunan senjata di rumah almarhum Koesmayadi, Agung mengatakan, kecurigaan tersebut dapat saja terjadi. "Memang tidak ada bukti, tapi bicara secara teori bisa-bisa saja. Karena bisnis senjata ini kan bisa ke mana saja jaringannya. Bukan saja ke Macan Tamil, tapi bisa jadi ke Poso misalnya yang saat ini masih rawan konflik," jelasnya.Dia juga mengatakan jika melihat besarnya keuntungan yang bisa diraih dari bisnis ini, ada kemungkinan banyak pihak-pihak lain yang terlibat. "Bisa saja oknum dari TNI, LSM atau DPR misalnya yang ikut terlibat dalam bisnis menggiurkan ini," tandasnya.
(rmd/ahm)











































