Lapindo Minta Maaf Soal Pemukulan Wartawan
Senin, 02 Okt 2006 06:28 WIB
Jakarta - Kekisruhan terjadi ketika Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro berkunjung ke lokasi lumpur Lapindo. Terjadi pemukulan terhadap wartawan yang meliput acara tersebut oleh oknum satpam Relief Well-1. PT Lapindo akhirnya minta maaf. "Kami menyampaikan rasa prihatin atas peristiwa tersebut. Peristiwa seperti ini tidak seharusnya terjadi," ujar Vice President Lapindo, Yuniwati Teryana dalam rilisnya kepada detikcom Senin (2/10/2006).Sementara itu, Manajer Human Resources Lapindo, Sebastian Ja'afar menegaskan bahwa Lapindo akan memberikan peringatan keras pada perusahaan kontraktor penyedia jasa tenaga keamanan yang memasok oknum satpam tersebut."Pada perusahaan tersebut, kami juga minta agar diberikan sanksi tegas pada oknum satpam tersebut," tambah Sebastian.KronologiPeristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 11.00 WIB, Minggu (1/10/2006). Kontributor ANTV terlibat adu argumen dengan oknum satpam dan berakhir dengan pemukulan yang mengakibatkan bibirnya sedikit bengkak.Beberapa saat setelah itu, rombongan wartawan lain bermaksud masuk ke lokasi. Karena kendaraan yang digunakan wartawan berbahan bakar bensin, maka sesuai aturan yang ada, tidak diperkenankan masuk ke lokasi dengan mengendarai mobil tersebut. Sempat terjadi adu argumen. Namun akhirnya mereka dipersilakan masuk ke lokasi dan melakukan peliputan kunjungan menteri ESDM ke lokasi relief well-1.Usai melakukan peliputan, diduga kembali terjadi adu argumen antara kontributor RCTI dan oknum satpam relief well-1. Akibatnya hampir terjadi perkelahian yang bahkan melibatkan wartawan lain yang bermaksud melerai yaitu fotografer LKBN Antara, dan wartawan Trijaya FM.Oknum satpam yang diduga melakukan pemukulan pada wartawan ANTV tersebut adalah warga Desa Siring, Rt 02 yang direkrut oleh kontraktor penyedia jasa tenaga kerja untuk proyek penanggulangan musibah semburan lumpur Porong.
(ahm/ahm)











































