Hadapi Mudik, Terminal Kp Rambutan Bentuk Tim Anti Kriminal
Minggu, 01 Okt 2006 19:01 WIB
Jakarta - Mudik biasanya diikuti dengan meningkatnya aksi kriminal. Oleh karena itu, Terminal bus Kampung Rambutan, Jakarta Timur, membentuk tim terpadu untuk mengatasi dan mengurangi aksi kejahatan ketika arus mudik tiba.Tim ini melibatkan intel-intel di Kodim dan Polres yang bertugas tanpa menggunakan seragam lapangan. Selain itu, anggota Dinas Perhubungan DKI Jakarta juga bergabung dengan tim ini."Di sini akan dibentuk tim bersama untuk menjaga situasi keamanan yang sudah baik," kata petugas keamanan di Terminal Kampung Rambutan, Brigadir M. Nuh saat ditemui detikcom Minggu (01/10/2006). Sementara itu, berdasarkan pantauan di lokasi, Minggu (01/10/2006), di terminal belum terlihat kepadatan penumpang yang berarti baik di bagian bis antar kota antar provinsi (AKAP) maupun antar kota dalam provinsi (AKDP). Menurut salah seorang anggota pengurus terminal, Bambang Sutrisno, saat ini belum terjadi lonjakan penumpang. Menurut dia, justru terjadi penurunan penumpang dibandingkan hari biasa."Lonjakan penumpang arus mudik biasanya terjadi sejak H-7 hingga H-1. Sedangkan arus balik, lonjakan terjadi pada H+2 hingga H+7," ujarnya. Tahun lalu, jumlah penumpang arus mudik terbesar terjadi pada H-5 hingga H-2 mencapai 23 ribu penumpang. Sedangkan yang tiba pada H+2 hingga H+6 sekitar 20 ribu sampai 30 ribu penumpang. Sementara data hari ini, jumlah penumpang yang diberangkatkan hanya 5.700 orang atau dibawah rata-rata jumlah penumpang per hari yang mencapai sekitar 8.000 orang. Sedangkan penumpang yang tiba, sekitar 6.700 orang juga dibawah penumpang rata-rata per hari, sebanyak 9.000 orang. Penurunan jumlah penumpang ini pun ternyata dikeluhkan oleh beberapa sopir bis. "Tiga hingga empat bis yang tiba di terminal ini sudah beruntung mas," keluh Deni, sopir bis Jurusan Jakarta-Cirebon.
(ahm/ahm)











































