Brigjen (Purn) Eric Wotulo Korban Persaingan Bisnis?
Minggu, 01 Okt 2006 17:16 WIB
Jakarta - Rupanya, kabar penangkapan Brigjen (Purn) Eric Wotulo sudah berhembus kencang sejak upacara Hari Kesaktian Pancasila, Minggu (1/10/2006) pagi tadi. Para jenderal TNI sibuk memperbincangkan hal ini, menduga-duga apa yang terjadi. Salah satu yang terlibat dalam obrolan ini adalah Komandan Korps Marinir (Dankormar) Mayjen TNI (Mar) Safzen Nurdin. "Tadi saya sempat ngomong-ngomong waktu upacara," cerita Safzen pada detikcom, Minggu sore.Dari obrolan itu mengemuka bahwa persaingan dalam bisnis yang ditekuni oleh Eric setelah pensiun, sungguh ketat. Tak hanya di dalam negeri, persaingan di AS juga sangat ketat. "Mungkin mereka (Eric) di luar jaringan, lalu dijebak atau apa. Tapi ini saya belum tahu pasti. Perlu diselidiki kembali," demikian Safzen.Persenjataan yang dipesan oleh Eric di Guam, wilayah AS di Pasifik Selatan, adalah night vision, sniper rifles, submachine guns with suppressors dan peluncur granat. Kepada agen AS yang menyamar, Eric mengaku sebagai pensiunan jenderal Marinir TNI AL.Salah satu tersangka berkewarganegaraan Singapura yang menjadi perwakilan Macan Tamil, Haniffa Osman (55), kemudian menyatakan kepada agen AS yang menyamar, bahwa persenjataan yang dipesan Eric adalah untuk Macan Tamil.Eric bersama 5 tersangka lainnya ditangkap otoritas AS pada Kamis dan Jumat (29/9/2006) lalu. Mereka diancam hukuman 5 tahun untuk berkongsi menjual senjata ilegal dan 20 tahun untuk pencucian uang.
(nrl/asy)











































