Ba'asyir: AS dan Australia Anggap Saya Buto Ijo

Ba'asyir: AS dan Australia Anggap Saya Buto Ijo

- detikNews
Minggu, 01 Okt 2006 14:54 WIB
Yogyakarta - Amir Majelis Mujahidin Indonesia (MM) Ustad Abu Bakar Ba'asyir menilai AS dan Australia menggambarkan sosok dirinya mirip buto ijo (raksasa dalam mitologi Jawa). Padahal, Ba'asyir mengaku tidak seperti itu. "Hebatnya Amerika itu menggambarkan saya itu seperti buto ijo yang menakutkan semua orang," kata Ba'asyir saat diskusi buku "Saya Difitnah" di Masjid Syuhada, Jl Nyoman Oka, Kotabaru, Yogyakarta, Minggu (1/10/2006).Cerita itu didapatkan dari seseorang yang bercerita kepada Ba'asyir di Solo beberapa hari yang lalu. Dia kemudian menceritakan bahwa ada penduduk/turis AS di Bali yang menderita sakit tulang. Turis itu kemudian dianjurkan berobat di Jawa di rumah sakit tulang, yakni RC Dr Soeharso. Turis itu menyetujui dan langsung pergi ke Solo. Namun setelah masuk di Solo, turis itu terkaget mengetahui bahwa rumah sakit itu berada di Surakarta. Orang itu pun langsung membatalkan untuk berobat. "Ini Solo, tidak jadi saya, karena ini tempat tinggal Ba'asyir. Begitu kata orang Amerika. Amerika Serikat dan Australia itu pandai sekali mengambarkan saya ini seolah-olah seperti buto ijo yang menakutkan," kata Ba'asyir disambut gelak tawa peserta diskusi yang memenuhi Masjid Syuhada.Dia mengatakan penggambaran sosok Ba'asyir yang menakutkan itu oleh AS itu sangat berhasil. Namun di Indonesia mereka juga berusaha menakut-nakuti, tapi tidak berhasil. "Sebaliknya justru orang malah minta saya ceramah di mana-mana yang juga ramai. Itu berbalik dan umat Islam tidak percaya," katanya.Selain itu, pengasuh Ponpes Al Mukmin Ngruki itu juga menceritakan pengalamannya ketika dituduh terlibat kasus BomMarriott. Padahal saat itu dirinya berada di dalam penjara. Ketika bom Marriott terjadi, dirinya tengah mengikuti sidang dan seusai sidang diberitahu oleh petugas. "Saat itu petugas mengatakan Ustad ini ada pengeboman lagi yakni bom Marriott," katanya menirukan.Ba'asyir kemudian menanyakan Marriott ini apa dan negeri di mana. Oleh petugas dijawab itu nama hotel. "Oh Marriott itu nama hotel, saya benar-benar tak tahu dan oleh jaksa saya juga dituduh terlibat masalah itu," kata dia. Menurut dia, kemungkinan jaksa dan polisi mempercayai bila dia dapat keluar masuk tembok penjara secara gaib seperti tuyul untuk mengurusi bom Marriott. "Ini kan lucu, wong saya di dalam penjara tidak ngerti apa-apa kok dituduh terlibat. Tapi saya alhamadulillah, akhirnya hakim itu bijaksana, saya tidak dituduh terlibat dan hanya kasus bom bali I itu yang sengaja dipaksakan," demikian Ba'asyir. (bgs/asy)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads