Ramadan di Ponpes Ngruki, Khatam Alquran Hingga 6 kali

Ramadan di Ponpes Ngruki, Khatam Alquran Hingga 6 kali

- detikNews
Sabtu, 30 Sep 2006 23:29 WIB
Solo - Berbagai cara dilakukan kaum muslimin untuk mengisi Ramadan sebagai bulan penuh berkah. Di Pondok Pesantren Al Mukmin Ngruki misalnya, kegiatannya cukup padat. Dari i'tikaf hingga khataman Al-Quran. Bahkan ada santri mampu 6 kali khatam.Selama Ramadan, Pesantren Al-Mukmin Ngruki, lebih menekankan kegiatan Ramadan untuk peningkatan kualitas santrinya mendalami Al-Qur'an. Seluruh santri diwajibkan menuntaskan (khatam) bacaan Al-Qur'an. Sebelum khatam hingga 30 juz, santri tidak diperbolehkan pulang ke kampung halaman masing-masing."Tapi biasanya sebelum pertengahan ramadhan seluruh santri sudah khatam. Bahkan dalam sebulan kadang ada yang khatam Al-Qur'an hingga lima atau enam kali," ujar Humas Pesantren Ngruki, Irsyad Firri ketika ditemui detikcom, Sabtu (30/9/2006).Selain itu, ponpes yang dipimpin Ustad Abu bakar Baasyir juga mewajibkan i'tikaf bagi semua santri kelas akhir yaitu kelas tiga Madrasah Aliyah dan kelas enam mu'alimin/mu'alimat. I'tikaf itu dilakukan selama sepuluh hari di dalam kompleks pesantren.Pesantren Anak JalananLain lagi yang dilakukan Pesantren Mahasiswa Al-Muayyad, Windan. Pesantren yang berafiliasi ke NU tersebut padat dengan kegiatan yang lebih bersifat aplikasi ilmubagi para santrinya serta penguatan jaringan maupun wawasan.Sehari sebelum ramadan hingga tiga hari setelahnya, 18 relawan bencana dariAceh, Nias dan Yogyakarta didatangkan ke pesantren. Pesantren yang menetapkanpilihan sebagai lembaga pendamping dan pemberdayaan masayarakat tersebut, Sejaktahun 1999 memang serius menekuni manajemen bencana.Menurut pengasuh Pesantren Mahasiswa Al-Muayyad, KHM Dian Nafi, para relawan didatangkan agar berbagi pengalaman dengan santri. Selain itu juga akanmendapat pelatihan lanjutan tentang kerelawanan, penanganan konflik, buildingcommunity, dan platform kemaslahatan dalam penanganan bencana."Sekedar memberi jeda spiritual bagi kehidupan mereka yang keras. Ini untuk memberi peluang memperoleh perbandingan cara hidup," tandas Dian. (bal/bal)


Berita Terkait