Mau Matikan Sumur Lapindo, Paranormal Nyaris Dihajar Massa

Mau Matikan Sumur Lapindo, Paranormal Nyaris Dihajar Massa

- detikNews
Sabtu, 30 Sep 2006 16:14 WIB
Sidioarjo - Seorang paranormal yang mengaku bisa menghentikan semburan lumpur Lapindo nyaris dihajar warga Desa Kedungbendo, Tanggulangin, Sidoarjo, Jawa Timur.Kemarahan warga timbul karena paranormal bernama Mat Rochim itu mengajak paksa empat anak-anak warga sekitar ke pusat semburan lumpur Lapindo tanpa maksud yang jelas.Cerita bermula ketika Mat Rochim yang berasal dari Desa Gerabakan, Balongpanggang, Gresik mendatangi Balai Desa Kedungbendo sekitar pukul 07.00 WIB, Sabtu (30/9/2006), untuk mendaftar menjadi peserta lomba penutupan lumpur Lapindo.Oleh pihak Balai Desa Kedungbendo dijelaskan, bahwa pendaftaran lomba telah ditutup. Mat Rochim pun lalu keluar tanpa meninggalkan kesan yang mencurigakan.Tak jauh dari Balai Desa Kedungbendo, Mat Rochim bertemu dengan empat anak kecil yakni Muhammad Jefri (9 tahun), Ari Syaifuddin (9 tahun), M Nurul Huda (6 tahun) dan Faisal (9 tahun). Keempatnya tinggal di RT 12 RW 04 Kedungbendo.Menurut Faisal, dirinya dan ketiga temannya bertemu Mat Rochim yang memaksa minta diantar ke pusat semburan lumpur yang jaraknya 1,5 km, meski sudah ditolak.Keempat anak ini diajak berputar-putar menelusuri daerah semburan lumpur, dan melewati sejumlah tanggul untuk menuju pusat semburan lumpur. Keempat anak itu bahkan disuruh memasukkan kakinya ke lumpur bukan berjalan dipinggir tanggul. "Pokoknya saya dipaksa menuju semburan lumpur. Katanya mau menutup, saya gak mau tapi dipaksa," tutur Faisal.Namun sebelum sampai ke pusat semburan lumpur ada warga yang mengenali keempat anak tersebut. Warga pun menanyakan kepentingan Mat Rochim membawa anak-anak ke tempat yang membahayakan tersebut.Mat Rochim yang kelabakan karena ketahuan warga hanya memberikan jawaban yang mbulet. Karena perilaku yang mencurigakan itu, warga nyaris menghakimi Mat Rochim. Untung saja aksi main hakim sendiri itu bisa dicegah karena Mat Rochim langsung digiring ke Polsek Tanggulangin.Hingga kini masih belum jelas motif Mat Rochim membawa paksa empat anak tersebut ke pusat semburan lumpur. Beberapa warga menduga keempat anak itu akan dijadikan tumbal.Sementara Mat Rochim yang meringkuk di sel Polsek Tanggulangin tetap yakin dirinya bisa menutup semburan lumpur Lapindo."Saya bisa menghentikan lumpur dengan syarat. Saya cuma seneng sama anak-anak, ketemu mereka ya saya ajak mereka," katanya ketika diinterogerasi polisi. (ir/umi)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads