Dili Terus Mencekam, WNI-WNA Selamatkan Diri ke Atambua

Dili Terus Mencekam, WNI-WNA Selamatkan Diri ke Atambua

- detikNews
Sabtu, 30 Sep 2006 11:58 WIB
Atambua - 50-an Warga negara Indonesia (WNI) dan warga negara asing (WNA) kembali mengamankan diri ke Atambua, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur, setelah konflik antaretnis kembali meletus di Dili, Ibukota Timor Leste, satu pekan terakhir.Kebanyakan warga yang eksodus adalah perempuan dan anak-anak. "Situasi di Dili setiap hari tegang dan mencekam. Kami merasa cemas karena geng-geng dari Lorosae (blok timur) dan Loromonu (blok barat) saling menunjukkan kekuatan dan terlibat bentrokan di setiap sudut kota. Situasi di Dili sangat tidak aman," tutur seorang warga asal Dili yang tidak bersedia disebut namanya saat dihubungi di Atambua, Sabtu (30/9/2006).Saat beraksi, para perusuh menggunakan panah dan katapel beracun serta berbagai senjata tajam lainnya. "Ada juga yang menggunakan senjata api. Kami tidak tahu dari mana mereka mendapatkan senjata api itu. Tetapi setiap kali terjadi bentrokan fisik, selalu ada korban," katanya.WNA dan WNI yang selama ini bekerja di Dili, sejak Kamis lalu, tiba di Atambua dan akan menetap beberapa lama sambil menunggu keadaan di Timor Leste kembali kondusif.Juru bicara Pasukan Pengamanan Perbatasan RI-Timor Leste Mayor Artileri Azis Mahmudi yang dihubungi Sabtu pagi melalui telepon selulernya mengatakan, pihaknya telah menerima laporan dari Perwira Penghubung Polri KBRI Dili Kombes Pol Minton Mariaty Simanjuntak tentang adanya kerusuhan di Timor Leste tersebut."Ibu Minton mengatakan setiap hari selalu ada keributan yang melibatkan geng Lorosae dan Loromonu di Dili. Situasinya tegang," kata Mayor Azis.Mengenai adanya eksodus WNI dan WNA, Mayor Azis mengatakan, belum terjadi lonjakan karena lalu lintas orang dari dan ke Timor Leste masih normal. "Memang ada WNA dan WNI yang berdatangan dari Dili, tetapi kebanyakan adalah misionaris dan pelaku bisnis," ujarnya.Pada 28 September 2006, Kantor Imigrasi Atambua mendeportasi 20 warga Timor Leste yang masuk ke wilayah Indonesia secara ilegal. Mereka menyeberang ke wilayah RI dengan menggunakan satu perahu motor dan mendarat di Pelabuhan Rakyat Atapupu, Kecamatan Kakulukmesak. Ke 20 warga asing berkewarganegaraan Timor Leste ini berupaya kabur dari negaranya akibat situasi keamanan yang semakin tidak terkendali. (sss/sss)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads