Sjafrie: Tak Mungkin Prabowo Kendalikan Pasukan

Sjafrie: Tak Mungkin Prabowo Kendalikan Pasukan

- detikNews
Sabtu, 30 Sep 2006 00:20 WIB
Jakarta - Mantan Pangdam Jaya dan Panglima Komando Operasi (Pangkoops) Jaya Letjen TNI Sjafrie Sjamsoeddin kembali menegaskan bahwa tidak ada kemungkinan Prabowo Subianto yang saat itu (Mei 1998) menjabat Panglima Komando Strategi Cadangan (Kostrad) melakukan kudeta terhadap BJ Habibie. Hal itu dikarenakan saat itu tidak ada kemungkinan Prabowo mengendalikan pasukannya."Yang dia bisa kendalikan pasukannya itu mungkin yang ada di barak-barak itu. Yang ada di barak itu mau kudeta? Kudetalah, sampai dimana bisanya?" tegas Sjafrie Sjamsoeddin di Departemen Pertahanan, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta, Jumat (29/9/2006).Menurut Sjafrie yang saat ini menjabat sebagai Sekjen Dephan ini, semua pasukan Kostrad berada di bawah kendalinya untuk menghadapi situasi di Jakarta, ketika huru-hara Mei 1998 dan terjadinya peralihan kepemimpinan. Sjafrie mengaku, waktu itu semua pasukan Kostrad telah disiap siagakan, yakni pasukan yang ada di Divisi Infanteri I Kostrad (Jawa Barat), Divisi Infanteri II Malang dan Brigade III Kostrad di Makassar disiapkan untuk mendukung Koops Jaya. "Jadi Koops Jaya yang meminta perkuatan. Dan kekuatan itu diberikan, serta diangkut oleh TNI sendiri. Jadi kalo ada pasukan-pasukan yang tidakterkendali, dari mana dia datang? Naik apa? Logistiknya gimana? Pengendalian Loops Jaya itu solid betul. Komando kendali komunikasi dan informasi itu, logistiknya sudah di tangan kita semua. Tidak ada kemungkinan orang mau bikin kudeta," jelas Sjafrie.Disinggung apakah Pangkostrad, yang saat itu dijabat Prabowo dilibatkan dalam pengambil keputusan dalam situasi proses reformasi tersebut? Sjafrie menjawabbahwa semua pengambil keputusan berada di Koops Jaya. "Setiap pengambilan keputusan, semua Panglima Komando Utama Operasi didudukan di situ. Karena pasukannya di-BKO-kan di Koops Jaya. Jadi panglimanya ada dan di dalam manajemen operasi, semua asisten operasi berada di dalam Koops Jaya," tandasnya. (ndr/ndr)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads