Akbar Bicara Soal Buku Detik-detik Peralihan Habibie

Akbar Bicara Soal Buku Detik-detik Peralihan Habibie

- detikNews
Jumat, 29 Sep 2006 23:39 WIB
Jakarta - Mantan Presiden Prof Ing BJ Habibie, melalui tulisan menceritakan peristiwa peralihan kekuasaan Presiden Soeharto kepada dirinya lewat buku 'Detik-detik yang Menentukan'. Bagaimana pendapat Akbar Tanjung, yang saat itu menjabat Menteri Sekretaris Negara, mengenai buku itu. Akbar adalah salah satu tokoh kunci mengenai peristiwa yang sempat menimbulkan kontroversi itu, yakni saat Prabowo ditulis pernah marah kepada Habibie saat akan dicopot sebagai Pangkostrad. Bahkan, dalam pertemuan di Istana, Prabowo sempat berkata kasar kepada Habibie. Dalam buku itu, juga dituliskan adanya ancaman kudeta terhadap Habibie saat Prabowo mengerahkan pasukannya ke sekitar kediaman Habibie dan Istana.Untuk menjernihkan persoalan, Mantan Ketua Umum Golkar menganjurkan agar Prabowo pun membuat buku. Akbar, pada saat Prabowo menemui Habibie, mengaku juga sedang berada di istana. Berikut petikan wawancara dengan Akbar Tanjung yang ditemui pada acara Ramadhan di kantor PAN, Jl Warung Buncit Raya, Jakarta Selatan, Jumat, (29/9/2006).Apa pendapat Anda mengenai buku Habibie ?Apa yang dikemukakan Habibie itulah yang dialami beliau dan Habibie orangnya kan spontan, terbuka. Kalau seandainya ada yang menganggap buku yang diucapkan beliau itu tidak sesuai, maka saya pikir ada hak yang bersangkutan menyatakan ketidaksetujuan seperti yang dilakukan mas Prabowo. Dan saya pikir lebih baik lagi kalau yang bersangkutan menulis, membuat buku atau membuat catatan yang menjelaskan kejadian pada waktu itu. Hingga nanti masyarakat yang akan menilai dimana masing-masing mengeluarkan pendapatnya, masyarakat yang menentukan mana yang dianggap benar. Sejauh yang saya ketahui Pak Habibie orangnya kayak gitu, terbuka spontan dan memang apa adanya. Apa yang dia ketahui, disampaikan oleh beliau. Bahwa ada yang tak setuju adalah haknya.Mengenai isu kudeta yang akan dilakukan oleh Prabowo ?Pada waktu itu ada diinformasikan ada gerakan pasukan, tapi itukan belum diartikan bahwa akan ada manuver, ada kudeta. Ya karena itu, masing-masing pihak menjelaskannya kepada masayarakat biar masyarakat yang memberikan penilaian.Waktu itu Anda menjadi Mensesneg, apa yang anda ketahui pada masa krisis itu ?Waktu Prabowo datang ke Istana, saya waktu itu persis turun dari atas dan saya melihat Prabowo datang ke istana, agak jalan cepat. Kemudian saya pergi. Tapi karena merasa ada sesuatu saya balik lagi ke istana. Waktu saya balik, Prabowo sudah kembali. Saya lihat dari lobi (Prabowo) naik ke atas/ke ruangan presiden di Wisma Negara. Apakah waktu itu melihat Prabowo bawa senjata ?Sepertinya sih ada. Dia dengan pakaian lengkap. Tapi kan ketemu presiden tidak dengan senjata, aturannya memang begitu. (ndr/ndr)


Berita Terkait