Soal Habibie-Prabowo
Gus Dur: Saya Tidak Ikut-Ikut
Jumat, 29 Sep 2006 19:49 WIB
Jakarta - Jika Amien Rais bicara blak-blakan mengenai peran Prabowo Subianto saat peralihan kekuasaan dari Soeharto ke Habibie, lain halnya dengan Gus Dur. Salah seorang dari 4 tokoh Deklarasi Ciganjur ini mengaku tak mau ikut-ikutan soal tudingan Habibie dalam bukunya 'Detik-Detik yang Menentukan'."Saya nggak ikut-ikut. Saya nggak ngerti urusannya," tanggap mantan Presiden yang sekarang menjadi Ketua Umum Dewan Syuro PKB ini kepada detikcom di sela-sela Rapat Pimpinan DPP PKB, Jalan Kalibata Timur I No 12, Jakarta Selatan, Jumat (29/9/2006). Gus Dur yang bernama lengkap Abdurrahman Wahid ini mengaku belum membaca buku yang banyak diperbincangkan orang itu. "Saya dikasih (bukunya), tapi belum baca," ujar Gus Dur yang menggantikan Habibie menjadi Presiden RI berdasarkan pemilihan MPR hasil Pemilu 1999.Dalam bukunya, Habibie menulis adanya pasukan Kostrad yang mengepung kawasan Patra Kuningan dan sekitar Istana Kepresidenan, tempat Habibie tinggal. Keberadaan pasukan ini sempat memunculkan isu ancaman kudeta.Selain itu, Habibie juga menulis Prabowo pernah marah saat akan dicopot sebagai Pangkostrad. Bahkan, pada pertemuan tanggal 21 Mei 1999 di Istana Presiden itu, Prabowo sempat berkata kasar kepada Habibie. Gus Dur sendiri ketika ditanyakan mengenai isu ancaman kudeta Prabowo tersebut mengaku juga tidak tahu. "Saya nggak tahu. Nggak ngerti. Saya belum jadi presiden (saat itu)," tandas Gus Dur yang kemudian menolak berkomentar lebih jauh lagi.
(aba/jon)











































