1 Napi Polsek Pademangan yang Kabur Tewas Didor

1 Napi Polsek Pademangan yang Kabur Tewas Didor

- detikNews
Jumat, 29 Sep 2006 19:33 WIB
Jakarta - Pelarian Kuslandi (28) berakhir tragis. Dia tewas ditembak polisi di Bongkaran pukul 06.00 WIB, karena kembali berusaha melarikan diri. Peluru petugas yang ditembakkan ke punggungnya tembus ke dadanya. "Dalam perjalanan ke rumah sakit Polri Kramat Jati, dia menghembuskan nafas terakhirnya," kata Kapolsek Pademangan AKP Golkar Pagarso, saat dihubungi detikcom, Jumat (29/9/2006).Residivis pelaku penipuan dengan modus hipnotis ini, adalah satu dari sepuluh tahanan yang melarikan diri dari tahanan Polsek Pademangan. Dia tertangkap pada pukul 02.30 WIB, di rumah bibinya di Kampung Sembung, Subang, Jawa Barat."Saat ditangkap dia sedang tidur di kamar, tidak ada perlawanan. Dia lari ke Subang bersama ibunya, waktu ditangkap ibunya juga sedang tidur di ruang tamu," ujar Golkar.Lebih lanjut Golkar bercerita, penangkapan terhadap Kuslandi ini dilakukan setelah polisi menelusuri catatan rekaman telepon yang dilakukan buronan itu dengan keluarganya di Cilincing."Dari data itu kita ketahui dia berada di Subang. Waktu kabur, dia bersama ibunya. Mereka sempat tinggal di Lembang (Bandung) di rumah saudaranya," cetusnya.Setelah penangkapan dilakukan, Kuslandi diminta untuk menunjukan tempat persembunyian teman-temannya yang lain. Dia sempat menunjukan daerah Bongkaran sebagai tempat berkumpulnya teman-temannya yang lain."Bongkaran itu kan lokasi gang sempit, di sana dia mau melarikan diri, jadi dia kita tembak," ucap Golkar.Polisi juga berencana akan mempidanakan ibu Kuslandi, karena turut membantu proses pelarian anaknya. Sementara itu, Golkar mengaku jika 9 tahanan yang lain kini telah diketahui jejaknya."Insya Allah, tinggal tunggu waktu saja. Mereka semua sudah ada jejaknya," tandasnya.Sepuluh tahanan Polsek Pademangan, Jakarta Utara melarikan diri. Mereka kabur dengan cara menjebol eternit ruang tahanan. Peristiwa ini terjadi Rabu (13/9/2006) antara pukul 03.00-04.00 WIB. Mereka adalah tahanan yang terlibat dalam berbagai kasus. Lima terlibat kasus pencurian, 3 kasus narkoba, 1 kasus penipuan dan 1 orang lainnya adalah kasus kepemilikan senjata tajam. (ndr/ahm)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads