Jika Diperlukan, Junta Thai Bisa Pecat PM Baru
Jumat, 29 Sep 2006 16:01 WIB
Bangkok - Junta militer Thailand bakal memiliki kekuasaan untuk memecat perdana menteri (PM) baru yang diangkat nanti. Demikian disampaikan seorang pejabat pemerintahan militer Thai."Kekuasaan itu akan dipergunakan," kata Krit Garnjana-Goonchorn, yang menjabat sekretaris tetap Kementerian Luar Negeri. Ditegaskannya, junta bisa memecat PM baru Thai jika memang dianggap perlu. Demikian seperti dilansir kantor berita AFP, Jumat (29/9/2006)."Jika keadaan tidak berjalan baik, Dewan Keamanan Nasional tidak akan menempuh cara-cara non-damai untuk melakukan perubahan," kata Krit.Soal wewenang militer untuk memilih dan memecat PM tersebut dituangkan dalam draf konstitusi interim yang menurut rencana akan dirilis akhir pekan ini. Konstitusi sementara itu masih harus diajukan ke Raja Bhumibol Adulyadej untuk dimintai persetujuan pada Sabtu 30 September besok.Sejumlah pihak mengkritik isi draf konstitusi itu. Draf tersebut menunjukkan bahwa junta militer memang tidak berniat melepaskan kekuasaannya atas negara.Apalagi sebelumnya, pemimpin kudeta Jenderal Sonthi Boonyaratglin telah menegaskan, meski PM interim telah terpilih, namun militer tetap akan berfungsi sebagai penasihat pemerintah yang akan mengawasi pemerintahan baru.
(ita/nrl)











































