SBY dan Hate and Love Relation

SBY dan Hate and Love Relation

- detikNews
Kamis, 28 Sep 2006 20:53 WIB
Jakarta - Hate and love relation. Begitulah pola hubungan antara kalangan media massa dan pemerintah, menurut para pemerhati media massa. Namun pelaksanaan pola tersebut haruslah tetap didasarkan pada niat baik dan kasih sayang antar keduanya."Hate and love relation, dalam terjemahan saya adalah kasih sayang. Meskipun ada hate, tetap kasih sayang," kata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Hal tersebut disampaikan Kepala Negara dalam acara buka puasa bersama dengan insan pers (28/9). Acara di Istana Negara, Jakarta tersebut dihadiri seratusan pimpinan media massa nasional. Tiga orang menteri yang hadir adalah Menhub Hatta Rajasa, Seskab Sudi Silalahi, dan Menkominfo Sofyan Djalil. Presiden selanjutnya memaparkan contoh implementasi dari konsep hate and love yang didasarkan kasih sayang. Misalnya pemberitaan yang mengkritik target pembangunan yang belum tercapai atau kegagalan pelaksanaan tugas pemerintahan, hendaknya lebih didasari niat untuk memberi koreksi agar kesalahan tersebut segera diatasi dan tidak terulang. "Kalau wartawan mengkritik Presiden dengan tujuan yang baik, itu bukan hate, tapi kasih sayang. Agar keputusan Presiden benar, agar Presiden dapat memimpin dengan benar. Kalau semuanya benar, tentu yang mendapatkan keuntungan adalah rakyat kita, bangsa dan negara kita," ujarnya. Sebaliknya, kalangan pers pun hendaknya tidak menilai buruk terhadap penjelasan yang diberikan pemerintah atas duduk permasalahan yang dikritik tersebut. Sama dengan pers, niat pemerintah adalah memberikan koreksi agar masyarakat mendapat pemahaman yang lebih lengkap."Penjelasan itu pun tidak boleh dikatakan Presiden tidak mau dikritik. Presiden pada saat dan isu tertentu, memberikan penjelasan dengan tujuan yang baik. Itu pun kita letakkan dalam konteks kasih sayang," papar Presiden. (lh/asy)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads