Baru Sehari Dibuka, Bandara Internasional Thai Makan Korban

Baru Sehari Dibuka, Bandara Internasional Thai Makan Korban

- detikNews
Jumat, 29 Sep 2006 14:59 WIB
Bangkok - Baru sehari dibuka, bandara internasional Thailand yang baru telah memakan korban. Tapi tunggu dulu, ini bukan korban jiwa atau luka-luka. Yang menjadi korban adalah seorang eksekutif maskapai nasional yang dipecat gara-gara timbulnya kekacauan bagasi di bandara senilai US$ 3 miliar itu.Maskapai Thai Airways International telah memberhentikan orang yang bertanggung jawab dalam urusan bagasi. Sebabnya, pada hari pertama beroperasi, terjadi penundaan pengambilan bagasi para penumpang hingga berjam-jam."Masalah bagasi disebabkan oleh gangguan manajemen internal di Thai Airways. Kami telah memecat pejabat tertinggi yang bertanggung jawab atas pengaturan bagasi," ujar Presiden Thai Airways Apinan Sumanaseni kepada kantor berita , Jumat (29/9/2006).Bandara Suvarnabhumi secara resmi dibuka pada Kamis 28 September kemarin. Pada hari pertama beroperasi, bandara yang disebut-sebut terbesar di Asia Tenggara itu disinggahi oleh lebih dari 800 penerbangan dengan mengangkut 120 ribu orang.Namun bandara megah itu diwarnai banyak komplain dari para penumpang internasional yang harus menunggu berjam-jam untuk mengambil bagasi mereka. Airports of Thailand yang mengelola Bandara Suvarnabhumi, menyalahkan Thai Airways atas kelambatan itu. "Peralatan bagian bagasi dari Thai Airways tidak datang pada waktunya dan bahkan beberapa petugas bagasi tidak muncul di bandara," cetus Chotisak Aspaviriya, pemimpin operator bandara tersebut.Namun pada hari Jumat ini, seluruh operasi di bandara, termasuk urusan bagasi, berjalan lancar. "Sejauh ini operasi kami lancar di hari kedua ini. Bagi saya, masalah-masalah yang terlihat kemarin masih normal dan bisa diterima untuk sebuah bandara baru," ujar General Manager Suvarnabhumi, Somchai Sawasdeepon.Suvarnabhumi yang terletak 25 kilometer sebelah timur Bangkok merupakan pengganti bandara lama Don Muang, yang menangani sekitar 37 juta penumpang setiap tahunnya, atau lebih 2 juta dari kapasitas yang dirancang.Suvarnabhumi, yang berarti "Negeri Emas" dalam bahasa Thai, telah mengalami penundaan berulang-ulang dikarenakan masalah konstruksi dan tuduhan suap. (ita/nrl)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads