Pemudik Sepeda Motor Naik 40%

Pemudik Sepeda Motor Naik 40%

- detikNews
Jumat, 29 Sep 2006 14:02 WIB
Jakarta - Pemudik berkendara motor roda dua kembali akan merajai jalanan arus mudik tahun ini. Jumlah mereka bahkan diperkirakan naik 40 persen dari tahun lalu. "Jumlahnya sekitar tiga jutaan," ujar Menhub Hatta Rajasa di Kantor Presiden, Jakarta, Jumat (29/9/2006 menjawab pertanyaan wartawan. Sesaat sebelumnya ia dan Menko Perekonomian Boediono mendampingi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menerima chairman dan CEO General Electric. Dephub telah berkoordinasi dengan kepolisian untuk pengamanan di sepanjang jalur mudik. Tidak ada perubahan peraturan lalu lintas bagi pemudik berkendara motor. Mereka wajib mengenakan helm dan tidak boleh membawa lebih dari dua penumpang untuk setiap kendaraan roda dua. Mengenai ketersediaan angkutan umum, total daya angkut seluruh moda transportasi yang disediakan mencapai 30 juta orang. Kapasitas ini dua kali lipat dibanding jumlah pemudik yang diperkirakan 'hanya' 15 juta orang. Seperti halnya tahun sebelumnya, kenaikan tarif angkutan umum baik darat, laut dan udara tetap tidak boleh melebihi ketentuan batas atas dan batas bawah. Perusahaan yang melanggarnya akan dikenai sanksi, dan uang kelebihannya dikembalikan ke penumpang. "Tahun lalu ada 25 perusahaan bus yang melanggar dan 45 bus diberikan sanksi. Jika tahun ini melanggar lagi, sanksinya lebih berat. Bisa sampai pencabutan izin trayek," tambah Hatta. Sedangkan untuk sarana terminal, pelabuhan dan bandara di delapan provinsi yang menjadi tujuan utama pemudik, sejauh ini sudah siap menerima lonjakan penumpang. Kerja sama dari pemerintah daerah setempat amat diperlukan untuk mengantisipasi dan benahi terminal tumpah atau bayangan yang sangat menggangu lalu lintas. Menyinggung pekerjaan perbaikan jalan raya, menurut Menhub, akan dihentikan sementara sejak H-7 Idul Fitri. Sehingga kemacetan yang ditimbulkannya, bisa dikurangi meski konsekuensinya di titik tersebut masih akan terjadi bottle neck. Tapi ini akan diatasi dengan menerapkan sistem buka tutup. "Kemacetannya tidak akan separah tahun lalu," ujarnya berusaha menyakinkan. (nrl/nrl)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads