Minta Dirutnya Mundur, 400 Karyawan PT IKI Mogok
Jumat, 29 Sep 2006 13:14 WIB
Makassar - Sekitar 400 karyawan PT Industri Kapal Indonesia (IKI) di Makassar melakukan mogok kerja. Pemogokan ini dilakukan lantaran mereka berang dengan sikap direktur utama (dirut) yang dinilai otoriter. Aksi mogok ini mulai digelar pukul 10.00 Wita. Para karyawan lalu menyegel pintu masuk PT IKI, yang berada di Jl Galangan Kapal, Makassar, Jum'at (29/9/2006). Penyegelan ini dilakukan untuk mencegah jajaran direksi masuk kantor. Sudah lama karyawan PT IKI gerah terhadap kepemimpinan Dirut Ir Amirullah Pase. Menurut mereka, Amirullah ibaratnya penguasa dan bukan pimpinan. "Tiga direksi di bawah dirut, seperti direktur keuangan, direktur produksi dan direktur komersial tidak berfungsi sebagaimana mestinya karena semua kebijakan, langsung diambil alih oleh dirut," tulis para karyawan ini dalam rilis yang dibagikan pada wartawan. Selain itu, para karyawan menganggap bahwa ada rekayasan laporan keuangan yang dilakukan oleh Amrullah. Fakta di lapangan sangat berbeda dengan isi laporan keuangan. "Laporannya selalu saja baik. Padahal utang perusahaan membengkak," ujar Usman, salah seorang karyawan. Aksi penyegelan ini tidak berlangsung lama, hanya berkisar satu jam. Namun, akibat penyegelan ini, tak ada ada satu pun direksi yang masuk. Di pintu pagar, para karyawan memasang spanduk dan poster. Di spanduk tertera, para karyawan meminta dirut untuk mundur dari jabatannya. "Dirut harus Mundur" begitu yang tertulis di salah satu spanduk. Pun di sisi pagar yang lain, para karyawan menempel poster, tertera "mulai detik ini, direksi dilarang masuk areal PT IKI". Aksi ini adalah aksi yang ketiga kalinya. Sebelumnya para karyawan telah melakukan pemogokan pada Jum'at dan Sabtu lalu (22-23/09/2006). Para karyawan mengancam pemogokan akan berlanjut jika tuntutan mereka tidak dipenuhi.
(nrl/nrl)











































