Tarif Berdasar Jarak Akan Hilangkan Daya Tarik Busway

Tarif Berdasar Jarak Akan Hilangkan Daya Tarik Busway

- detikNews
Jumat, 29 Sep 2006 11:10 WIB
Jakarta - Pemprov DKI Jakarta akan menentukan tarif angkutan busway berdasar jarak. Rencana ini diramalkan akan menghilangkan daya tarik busway sebagai moda angkutan massal di Ibukota."Usia busway masih muda, belum mapan. Penumpang bisa naik bisa turun. Ini akan mengurangi ketertarikan masyarakat," ujar pengurus harian YLKI Tulus Abadi pada detikcom, Jumat (29/9/2006) pukul 10.00 WIB.Tulus mengatakan strategi tarif berdasar jarak juga diterapkan oleh pengelola angkutan Kereta Rel Listrik (KRL). Tapi penumpang KRL tidak berkurang karena angkutan KRL sudah mapan.Pada Kamis kemarin, Kepala Dinas Perhubungan Jakarta, Nurrakhman, menyatakan bahwa tarif busway akan disesuaikan berdasarkan jarak. Sebab dengan tarif flat seperti yang berlaku saat ini, Rp 3.500 untuk jauh dekat, Pemprov DKI menilai beban subsidi busway cukup tinggi. Subsidi akan ringan bila tarif busway berdasar jarak.Tulus menilai, rencana pengurangan subsidi busway yang dilakukan Pemprov bukan tindakan yang tepat. "Di negara-negara mana pun angkutan massal tetap harus disubsidi. Itu peran pemerintah," ucapnya.Angkutan massal yang baik, menurut Tulus, akan menumbuhkan perekonomian di kota. Warga akan lebih mudah bepergian tanpa harus terhambat macet. Tulus menyarankan pemberian subsidi harus dipandang dalam paradigma yang berbeda. Dalam periode jangka panjang subsidi bisa dilihat sebagai bentuk investasi."Dulu Sutiyoso bilang akibat kemacetan kerugian Rp 2 triliun/tahun. Lalu rencananya busway bisa mengurangi kemacetan sekitar 30-40 persen," ujar Tulus.Jika subsidi dikurangi, lalu masyarakat kembali menggunakan mobil atau motor, kemacetan akan bertambah. Dana untuk subsidi bisa ditutup oleh menurunnya kerugian karena berkurangnya kemacetan. (gah/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads