Solidaritas untuk Widodo-Widari

Solidaritas untuk Widodo-Widari

- detikNews
Jumat, 29 Sep 2006 10:12 WIB
Solidaritas untuk Widodo-Widari
Jakarta - Solidaritas untuk Widodo Soewardjo yang hingga kini masih tak putus asa mencari kekasihnya, Widari Soewahjo, digalang. Widodo, saat ini berusia 66 tahun, hingga kini masih melajang, karena telah berjanji untuk menikahi Widari. Adalah Budhi Masthuri, salah seorang pembaca detikcom, yang menggalang solidaritas untuk Widodo - Widari ini. Budhi menamakan solidaritas yang digalangnya ini dengan istilah 'Solid W & W'. Dalam e-mailnya kepada detikcom, Kamis (28/9/2006), Budhi Masthuri sangat terharu oleh berita yang dipublikasikan di situs ini yang berjudul: Kisah Mahasiswa Orla di Kuba (3) Tak Putus Asa Mencari Widari. Dalam berita sebelumnya, Widodo merupakan mantan mahasiswa orde lama (Orla) yang belajar di Rusia sejak tahun 1960-an. Saat meninggalkan Indonesia untuk menempuh studinya, Widodo telah berjanji untuk menikahi gadis pujaannya, Widari Soewahjo. Namun, akibat peristiwa G 30 S pada tahun 1965, Widodo tidak bisa kembali ke Indonesia, karena kebijakan pemerintah saat itu. Widodo pun akhirnya kehilangan kewarganegaraannya, dia tidak diakui sebagai WNI. Dengan status stateless yang disandangnya, Widodo yang berhasil menggondol sarjana metalurgi dari salah satu universitas di Rusia itu, akhirnya dipanggil pemerintah Kuba untuk mengimplementasikan ilmunya itu di Havana. Hingga saat ini, Widodo masih tinggal di sebuah apartemen yang sederhana di Havana. Yang menarik, Widodo ternyata konsisten dengan janji kepada kekasihnya, Widari. Dia hingga kini masih tetap melajang, karena memegang janjinya itu. Sekarang, Widodo masih rindu pada Widari, meski komunikasi antara keduanya sudah terputus sejak tahun 1966-an. Bahkan, pada tahun 2001 lalu, saat berkesempatan ke Jakarta, Widodo telah mengubek-ubek sejumlah tempat, namun gagal menemukan Widari. Widodo sudah tidak mengetahui alamat Widari saat ini. Namun, kecintaannya terhadap Widari tetap menggebu. Rasa ingin bertemunya luar biasa besar. Kalaupun saat ini Widari sudah menikah, bahkan sudah punya anak dan cucu, Widodo masih ingin tetap ingin bertemu. "Kalau sudah menikah, saya mendoakan agar bahagia. Saya hanya ingin menunjukkan bahwa saya tetap memegang janji saya dulu," demikian kata Widodo saat ditemui detikcom pertengahan September 2006 di Havana. Kisah ini telah membuat haru Budhi Masthuri. "Untuk mengaktualisasikan rasa haru ini, saya mengajak rekan-rekan di mana pun bergabung dalam Solidaritas Untuk Bapak Widodo dan Ibu Widari. Solidaritas ini saya beri nama Solid W&W. Mari kerahkan sebagian tenaga dan perhatian kita untuk membantu Bapak Widodo bertemu dengan Ibu Widari," kata Budhi Masthuri yang juga mengirim emailnya di sejumlah mailing list. Email Budhi Masthuri selanjutnya, berisikan berikut: Diskripsi singkat Ibu Widari adalah: Terakhir kali alamatnya di Jalan Salemba No. 4, dulu ada namanya Soda Garam Negeri. Dari Salemba pindah ke Cikini dekat Bioskop Garden Hall yang sekarang menjadi TIM. Widari adalah sulung dari 4 bersaudara. Orang tuanya bernama Soewahjo berasal dari Solo, Boyolali. Adik-adiknya bernama Widati, Winarni, dan Yayuk.Sebar luaskan email ini ke rekan, keluarga dan maling list. Bagi rekan-rekan yang mengetahui keberadaan Ibu Widari silakan kirimkan email ke:1. widodo@magcime.cu2. redaksi@staff.detik.com3. masthuri@ombudsman.go.idMudah-mudahan Ramadan kali ini menjadi ladang amal bagi kita semua dengan mempertemukan dua insan yang terpisah jarak dan waktu berbalut kerinduan. Kebahagiaan Bapak Widodo dan Ibu Widari menjadi kebahagiaan kita bersamayang mencintai kasih sayang dan perdamaian, meskipun mungkin mereka sudah tidak lagi dapat saling memiliki." (asy/nrl)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads