Faisal Basri Siap Tidak Dipilih Jadi Cagub DKI

Faisal Basri Siap Tidak Dipilih Jadi Cagub DKI

- detikNews
Jumat, 29 Sep 2006 02:56 WIB
Jakarta - Meskipun Pilkada DKI tinggal beberapa bulan lagi, PDI Perjuangan sampai saat ini belum menentukan calon gubernur (cagub)nya. Salah seorang bakal cagubnya, Faisal Basri, menyatakan siap apabila tersingkir dalam bursa pemilihan cagub.Hal itu dikatakan Faisal kepada detikcom disela-sela acara buka puasa bersama masyarakat yang diselenggarakan PDI Perjuangan di PAC Ciracas, Jl Raya Kelapa Dua Wetan No28, Jakarta Timur, Kamis (28/9/2006)."Ya nggak apa-apa. Kita harus siap dong. Kita sih kerja keras saja. Laksanakan yang digariskan oleh partai. Kita terima," kata pria yang juga ekonom ini.Menurut Faisal, kendaraan politiknya sampai saat ini masih melakukan tahapansosialisasi bakal cagub kepada konstituen di lapangan. "Partai belum melakukanproses seleksi. Masih perkenalan ke masyarakat," ujarnya.Dia mengatakan, keputusannya merapat ke PDIP untuk Pilkada DKI karena banyakkesesuaian visi dan prinsip tentang pembangunan Jakarta. "Karena visi misi yangkita perjuangkan sesuai dengan yang diperjuangkan oleh PDIP," imbuh Faisal.Sementara itu, Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta, Dhia Prekasha Yoedhamenambahkan proses seleksi internal cagub dan cawagub di tubuh PDIP dilaksanakanpada November 2006 mendatang."Baru November kita adakan Rapat Kerja Daerah Khusus (raker dasus) untuk menentukan siapa yang resmi cagub dan cawagub dari PDIP," kata Yoedha.Berdasarkan SK no 428, lanjut Yoedha, proses seleksi internal dalam rapatakan menggunakan sistem one man one vote. "Jika aturan tersebut tidak direvisi, kita akan pakai sistem itu. Tapi jika diubah, kemungkinan pakai sistem voting block, di mana setiap orang bisa pilih 2 atau 3 nama," imbuhnya.Dia juga menjelaskan, pemilihan itu akan diikuti oleh sekitar 500 anggota. "484 Perwakilan dari PAC-PAC, 75 dari 5 DPC plus 11 dari Kepulauan Seribu dan 19 dari DPD," lanjut Yoedha.Namun demikian, dia mengisyaratkan Faisal termasuk salah satu calon terkuat. "Ada suara-suara di DPP dan wilayah menyebut-nyebut nama Faisal," tandas Yoedha. (nvt/nvt)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads