Pilkada Aceh Diprediksi Minim Konflik
Kamis, 28 Sep 2006 20:49 WIB
Jakarta - Akhir tahun 2006 ini, Pilkada Aceh bakal digelar. Ketua MPR Hidayat Nur Wahid berpendapat sangat kecil kemungkinan konflik bakal terjadi di Serambi Mekah itu."Faktor-faktor yang berpotensi menyebabkan konflik tampaknya tidak terlalu terlihat," ujar Hidayat saat mengunjungi Harian Serambi Indonesi di Lambaro, Aceh Besar, Nangroe Aceh Darusalam, Kamis (28/9/2006).Konflik dapat diminimalkan karena tidak majunya incumbent sebagai calon dalam pilkada. Selain itu, telah banyak pula bermunculan calon-calon kepala daerah yang independen."Di Aceh, tidak ada incumbent yang maju, ini sudah mengurangi faktor kerawanan," imbuh Hidayat.Selain itu, rakyat Aceh saat ini sudah lelah dengan konflik, karenanya menurut mantan Presiden PKS ini, rakyat aceh tidak akan terjebak daam konflik kepentingan. "Rakyat Aceh akan kritis dan tidak akan terjebak. Justru jika terjadi penyimpangan, rakyat Aceh akan memberikan punishment," lanjut pria kelahiran Klaten 46 tahun lalu ini.Dalam pelaksanaan Pilkada yang akan berlangsung pada 11 Desember, KPUD dan Panwasda harus dapat memposisikan diri sebagai pihak yang netral. "KPUD dan Panwas harus netral agar bisa melaksanakan Pilkada dengan kerawanan yang minimal," tandas Hidayat.
(nvt/nvt)











































