Pengacara LBH dinilai terlalu politis
Kamis, 28 Sep 2006 22:20 WIB
Jakarta - Aktivis LBH yang juga menjalani profesi kuasa hukum dinilai lemah dalam kemampuan teknis berperkara di pengadilan. Bahkan mereka juga dianggap cenderung bergerak dalam aktivitas politik saja.Hal itu disampaikan Jaksa Agung Abdul Rahman Saleh dalam pidato sambutannya pada pelantikan pengurus baru YLBHI di kantor YLBHI Jl Diponegoro, Jakarta, Kamis (28/9/2006)."Aktivis LBH memang kritis secara politis, tetapi masih sangat lemah secara teknis yuridis," tutur Arman yang juga menjadi Dewan Pembina YLBHI.Padahal, tambah Arman, sebagai seorang pengacara di pengadilan lebih dibutuhkan kemampuan teknis berperkara. Ia juga berharap agar LBH kedepan tetap punya kesadaran kritis dan ideologis yang kuat, dan memiliki kemampuan teknis yuridis yang kuat pula.Dalam pembukaan acara itu, Ketua Dewan Pembina YLBHI Adnan Buyung Nasution juga membacakan pidato sambutan. Ia menyebutkan LBH hendaknya tetap berpegang pada cita-cita perjuangan menegakkan negara hukum demokratis, meski sempat ada persoalan internal.Ia juga mengatakan bahwa perjuangan bidang politik saja tidak cukup. "Perjuangan di pengadilan sangat juga menentukan perubahan hukum. Jadi, jangan hanya bisa demo saja," kata Adnan.Menkum HAM Hamid Awaluddin juga hadir dalam acara itu. Dalam sambutannya dia lebih banyak berbicara soal UU Kewarganegaraan yang baru. "LBH juga bicara dalam konteks HAM. Saat ini kita telah memiliki UU kewarganegaraan yang tidak lagi diskriminatif terhadap warga keturunan," ujar dia.
(nvt/nvt)











































