Pembeli Buku Antre Minta Tanda Tangan Habibie

Pembeli Buku Antre Minta Tanda Tangan Habibie

- detikNews
Kamis, 28 Sep 2006 16:30 WIB
Jakarta - Buku karya BJ Habibie yang berjudul "Detik-detik yang Menentukan" mengundang pro dan kontra. Mantan Pangkostrad Letjen TNI Purn Prabowo Subianto membantah sejumlah isi buku itu. Meski demikian, minat pembeli sangat banyak. Habibie pun menyediakan waktu untuk membubuhkan tanda tangannya.Mantan Presiden BJ Habibie pada Kamis (28/9/2006) juga menyempatkan dirinya memberi tanda tangan kepada sekitar 100-an pembeli buku di kantor The Habibie Center (THC), Jalan Kemang Raya Selatan, Jakarta Selatan.Mereka sebelumnya membeli buku di THC dengan harga bervariasi. Untuk buku softcover seharga Rp 150 ribu dan hardcover seharga Rp 250 ribu. Tapi ada juga yang membeli buku di toko buku lain namun turut antre minta tanda tangan di THC.Penjualan buku di THC dilayani pukul 09.00-16.00 WIB. Bagi yang ingin meminta tanda tangan diberi waktu pukul 14.00 WIB hingga 15.30 WIB.Pemberian tanda tangan ini berlangsung sejak Selasa 26 September lalu dan akan dilakukan hingga Sabtu 30 September mendatang. Pada 1-9 Oktober tidak dilayani kerena Habibie ada pertemuan di Arab Saudi. Penandatanganan buku akan kembali dilayani mulai 10 Oktober hingga 22 Oktober menjelang Lebaran.Para pembeli terlihat antusias. Mereka pun mencuri-curi untuk dapat berpose bersama dengan Habibie. "Pak mau ya difoto," bujuk seorang pengunjung yang disambut anggukan dan senyuman Habibie.Hari ini penandatanganan buku baru dimulai pukul 15.00 WIB hingga 16.00 WIB. Tidak kurang dari 150 buku ditandatangani oleh Habibie.Habibie tampak senang. Mantan Menristek yang berpakaian batik coklat itu tanpa henti menandatangani buku-buku tersebut.Terhitung sejak peluncuran Jumat 22 September sudah terjual 5.000 eksemplar dan saat ini di toko buku sudah habis terjual. Padahal pada cetakan pertama ini, THC hanya mencetak 5.000 buku lebih sedikit, tidak sampai 10 ribu eksemplar."Dalam waktu dekat The Habibie Center akan kembali mencetak sekitar 20 ribu buku," kata Direktur Eksekutif The Habibie Center, Ahmad Watik Pratiknya. (san/sss)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait