UGM Teliti Kasus Tumor Massal di Banyumas
Kamis, 28 Sep 2006 16:13 WIB
Yogyakarta - Tim peneliti dari Pusat Studi Lingkungan Hidup (PSLH) Universitas Gadjah Mada (UGM) akan meneliti kasus tumor yang dialami oleh 46 warga Desa Grujugan, Kecamatan Kemranjen, Banyumas. Dari 46 kasus, sebanyak 14 orang dinyatakan positif menderita tumor Lipoma atau tumor jaringan lemak dan fibrodenoma."Dari laporan awal, sebanyak 14 penderita telah didiagnosa secara klinis tapi belum secara histo patologis. Sedang 32 orang lainnya belum didiagnosa secara klinis," kata ketua tim Prof Dr Sugeng Juwono Mardihusodo, MSc kepada detikcom di ruang kerja di Fakultas Kedokteran UGM di Jl Farmako, Sekip Utara, Yogyakarta, Kamis (28/9/2006)Menurut dia, pada tahap awal, tim akan melakukan penelitian langsung di lapangan mulai bulan Oktober selama lebih kurang 2 minggu. Survei singkat akan dilakukan secara cek silang terhadap 46 penderita tumor dan 3.213 warga yang tinggal di Desa Grujugan. Dia mengatakan tumor dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti keturunan, pola makan yang buruk, kebiasaan merokok dan penggunaan obat nyamuk bakar dalam jangka waktu lama. Bahkan faktor stres juga dapat memacu tumbuh dan munculnya tumor. "Aspek psikologis atau psikiatris juga dapat berpengaruh terhadap tumor," katanya. Dalam penelitian itu, pihaknya juga akan melibatkan tim peneliti lain, antara lain Prof Dr Suripto ahli patologi atau kanker dan Prof Dr Soewadi MPh dari psikiater atau kejiwaan. Selain itu, masalah kesehatan lingkungan juga akan diteliti sebagai pembanding, ada tidak penderita tumor pada anggota keluarga lainnya atau tetangga sekitar. "Semua akan kita teliti, meski tim sudah mempunyai data awal dari Bapelitbangda setempat," katanya.Menurut dia, kasus tumor di desa tersebut berdasarkan laporan awal sudah mulai muncul sejak tahun 1990. Namun hingga 2006, jumlah penderita semakin bertambah. Saat ini perlu dilakukan penelitian epidemiologi lanjutan. "Sebab dimungkinkan ada faktor-faktor penyebab lain yang mengakibatkan bertambahnya jumlah penderita tumor," kata guru besar Fakultas Kedokteran UGM itu.Namun dia mengaku senang atas respons masyarakat dan DPRD setempat ketika mengetahui ada warga yang terkena tumor dengan jumlah penderita yang cukup banyak. Mereka langsung melaporkan ke Dinas Kesehatan dan pemerintah setempat yang langsung direspons positif dengan dilakukan beberapa penelitian awal. Sugeng mengharapkan penelitian ini dapat menjadi dasar ilmiah dan rasional dalam mengelola penyakit tumor dan kanker secara komprehensif terutama bagi warga Kemranjen, Banyumas. Selain itu hasil penelitian ini dapat menjadi bahan pertimbangan untuk menindaklanjuti pencegahan tumor sehingga jumlah penderita tidak semakin bertambah. "Yang lebih penting, kita bisa menentukan langkah untuk penanganan dan penanggulangan tumor secara medis," ujar dia.
(bgs/asy)











































