Masjid Kuno yang Tak Lagi Kuno
Kamis, 28 Sep 2006 12:12 WIB
Jakarta - Masjid Jami As-Salafiyah dibangun pada 1620. Usianya sudah kuno. Namun masjid yang berada di Jl Jatinegara Kaum Raya No 208, Klender, Jakarta Timur ini sama sekali tak terlihat kuno. Sejak dirombak total oleh Gubernur DKI Soeprapto pada 1993, keasliannya sudah tidak tampak lagi.Dinding dan lantai yang dulunya terbuat dari kayu jati tebal telah diganti dengan marmer berwarna coklat muda dan keramik putih. Sementara 4 pilar kayu jati murni yang berfungsi sebagai penyangga telah diganti dengan tiang beton yang dicat krem. Bahkan di tempat parkir telah dipasang kanopi dari plastik."Ya gimana lagi mas, maunya pemerintah seperti ini. Saya sih sebenarnya agak keberatan. Kalau dijaga, keaslian masjid pasti lebih menarik, sekarang jadi tidak ada bedanya dengan masjid-masjid yang lain," kata salah satu pengurus Masjid Jami As-Salafiyah, Suhendar saat ditemui detikcom, Kamis (28/9/2006).Menurut Suhendar, keaslian masjid kuno ini sekarang hanya bisa dilihat dari kubah kecil khas Jawa berukuran 2,5 x 2,5 meter yang dipasang di atas atap masjid. Selain itu ada juga pohon Kiara tua yang berdiri tepat di depan masjid."Pohon ini usianya sudah 200 tahun," terang Suhendar sambil menunjuk pohon berukuran besar.Pohon tersebut, kata Suhendar, menaungi 5 makam pendiri Masjid As-Salafiyah dan pejuang anti-VOC Belanda, yaitu Pangeran Ahmad Djakerta, Lahut Jakerta, Soerya bin Pangeran Padmanegara, Ratu Rapiah Putri, dan Pangeran Sageri.Kelima makam ini sering dikunjungi para peziarah pada saat menjelang ulang tahun DKI dan bulan Ramadan seperti sekarang. "Kalau pas mau ulang tahun DKI yang datang pejabat, kalau puasa gini masyarakat umum," tutur Suhendar.Masjid ini pernah menjadi markas perjuangan melawan Belanda. Pada masa Raja Banten Sultan Ageng Tirtayasa melakukan penyerangan, masjid ini juga pernah menjadi markas perwakilan komando kerajaan Banten. Pada waktu itu daerah tempat masjid ini berdiri masih berupa hutan jati sehingga sulit ditemukan Belanda.Masjid Jami As-Salafiyah telah ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya dan saat ini dikelola oleh Pemprov DKI. Masjid ini telah mengalami beberapa kali pemugaran, yang terbesar tahun 1969 oleh Gubernur Ali Sadikin dan tahun 1993 oleh Gubernur Soeprapto.
(ken/sss)











































