Bush-Blair Cari Popularitas Lewat Isu al-Farouk
Kamis, 28 Sep 2006 00:43 WIB
Jakarta - Kabar kematian pimpinan Al-Qaeda Asia Tenggara, Omar Al-Farouk di Irak dinilai sebagai skenario Presiden AS George W Bush dan PM Inggris Tony Blair untuk menggenjot popularitas yang melorot.Hal itu diungkapkan Ketua MPR-RI Hidayat Nurwahid kepada detikcom di sela-sela acara Buka Puasa Bersama 1000 Anak Yatim di Masjid At-tin, TMII, Jakarta, Rabu (27/9/2006)."Bisa jadi ini adalah propaganda Tony Blair dan Bush untuk meningkatkanpopularitasnya menjelang pemilu di negara masing-masing," ujar Hidayat.Menurut Hidayat, kabar kematian al-Farouk di Irak seakan-akan menunjukkan negeri tersebut memang sarang teroris. Al-Farouk yang ditangkap di Indonesia ditahan di Baghram, Afghanistan yang terkenal luar biasa ketat."Kemudian tiba-tiba berada di Barsah, Irak, setelah itu tewas ditembak. Bagaimana ceritanya?" tandas Hidayat.Cara-cara AS memerangi terorisme, lanjut Hidayat, telah mengajarkan dunia bagaimana melanggar atas nama HAM dan kekerasan. "Jangan mengikuti gaya AS yang mudah saja main tangkap, main sikat dan main tembak. Pemerintah Indonesia sudah tepat melawan terorisme menggunakan basis hukum dan HAM," tandasnya.
(fay/fay)











































