Pengelola Tolak Dana Operasional Busway Dipangkas
Rabu, 27 Sep 2006 23:15 WIB
Jakarta - Badan Layanan Umum (BLU) Transjakarta menolak pemangkasan dana operasional busway yang mencapai Rp 100 miliar. Sebabnya semua biaya sudah dianggarkan dalam kontrak dengan para operator Transjakarta."Kalau Rp 100 miliar tidak bisa dikurangi, hanya bisa dikurangi Rp 12,9 miliar," ungkap Taufik Manajer Sarana dan Prasarana BLU Transjakarta Taufik Adiwiyanto di DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat Rabu (27/9/2006).Menurut Taufik, rincian anggaran operasional yang bisa dikurangi hanya untuk feeder Rp 2,5 miliar, gaji, honor dan tunjangan karyawan Rp 3 miliar dan belanja modal Rp 7,4 miliar. Total semuanya Rp 12,9 miliar.Menangapi hal itu, Ketua Komisi D (Pembangunan) DPRD DKI Jakarta Sayogo Hendrosubroto tidak bisa berkutik.Asumsi pemotongan Rp 100 miliar dilakukan berdasarkan perhitungan subsidi penumpang sebesar Rp 2.300/penumpang. Namun dalam laporan BLU Transjakarta disebutkan hanya Rp 150/penumpang.Sayogo pun mempertanyakan perbedaan data Gubernur dengan pengelola busway ini. "Berarti pak Gubernur selama ini dibohongi oleh laporan anak buahnya?" tanya Sayogo.Kepala dinas perhubungan pemprov DKI Jakarta Nurachman menolak berkomentar banyak mengenai perbedaan subsidi penumpang tersebut. Menurutnya, besaran subsidi baru dapat dilihat pada akhir tahun."Sebenarnya subsidi Rp 150 itu untuk koridor 1 busway tahun lalu dengan anggaran Rp 68 milyar," ujar Nurachman di tempat yang sama.
(aba/fay)











































