Nobel Untuk SBY Bisa Ubah Watak Kekuasaan

Nobel Untuk SBY Bisa Ubah Watak Kekuasaan

- detikNews
Rabu, 27 Sep 2006 22:45 WIB
Jakarta - Wacana pemberian nobel perdamaian untuk Presiden SBY terus mendapat dukungan. Pemberian hadiah nobel dinilai dapat mengubah watak kekuasaaan di Indonesia. "Nobel itu akan mendobrak hal-hal konvensional dalam menyelesaikan konflik. Ini kemenangan politis dan simbolis yang merubah watak kekuasaan menuju watak dialogis," kata Fachry Ali dalam diskusi di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (27/9/2006).Menurut Fachry, nobel layak diberikan pada dua orang bagi penyelesaian konflik di Aceh yaitu Presiden SBY dan Wapres Jusuf Kalla. Alasannya, SBY menjadi payung dari pengambilan keputusan, dan JK memberi peran dalam teknis perundingan."Saya setuju keduanya diberi nobel, karena yang dilakukan tidak pernah ada sebelumnya. AS pun tidak pernah bisa menyelesaikan konflik," lanjut Fachry.Dukungan pemberian Nobel juga datang dari anggota DPR dari FPAN Ahmad Farhan Hamid. SBY dinilai layak menerima nobel karena dia bertangung jawab menggelar perundingan Aceh secara damai."Karena ini hukum kekuasaan, maka SBY layak menerima nobel. Secara umum semua pihak berkontribusi, termasuk Hassan Tiro juga layak mendapat nobel," ujarnya. (fay/fay)


Berita Terkait