Puasa Bersama Kabut Asap dan Kekeringan

Puasa Bersama Kabut Asap dan Kekeringan

- detikNews
Rabu, 27 Sep 2006 22:24 WIB
Jakarta - Berpuasa di Palembang saat ini sungguh menguji iman. Selain menahan lapar dan haus, umat muslim harus bernapas dalam kabut asap dan kekeringan. "Kami satu keluarga batuk-batuk, panas dalam, benar-benar haus dan kering terasa mulut ini," kata Pinasti, warga Sekojo, saat ditemui detikcom, Rabu (27/9/2006). Kabut asap memang mengganggu warga sekalipun berada di dalam rumah. Pantauan detikcom, kabut asap muncul lebih tebal dari pada sebelum hujan 2 pekan lalu. Para pengguna jalan antarkota tidak berani berjalan pada subuh atau sore hari. Kalau pun terpaksa, mereka harus melaju perlahan, misalnya di Jalan Lintas Timur Sumatra dan Jalan Lintas Tengah Sumatra. Kabut asap juga kian menganggu angkutan sungai. Beberapa perahu, khususnya speed boat, tidak berani melaju pada pagi atau malam hari. Sementara pemerintah sendiri belum mengumumkan keadaan darurat atas kabut asap ini. Ujian lain buat umat muslim di Palembang adalah sulitnya mendapatkan air bersih. Sumur-sumur mulai mongering, begitupun sejumlah anak sungai Musi.Pantauan detikcom, air sungai Musi menyusut sekitar 3 meter. Ini terukur dari batas tiang jembatan Ampera yang melintas di sungai Musi. "Di daerah kami yang belum ada air PAM, terpaksa harus membeli air bersih buat minum dan mandi," kata Reina, warga Sekojo Ujung.Dijelaskan Reina, sejak sepekan lalu, sumurnya sudah kering. "Kalau pun digali air sudah tidak keluar lagi. Tanaman bae sudah banyak mati. Susah nian puasa tahun ini," keluhnya. (fay/fay)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads