Wapres Kalla Minta AS Tidak Curigai Indonesia
Rabu, 27 Sep 2006 17:31 WIB
Washington, DC - Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla meminta negara Amerika Serikat (AS) tidak mencurigai Indonesia, terkait radikalisme dan terorisme. Menurut Kalla, kasus itu bisa muncul akibat ketidakadilan ekonomi dan juga pengaruh luar negeri. Permintaan Kalla ini disampaikan kepada Wakil Presiden AS Dick Cheney saat bertemu di Washington, DC, AS. Penjelasan Kalla ini disampaikan kepada wartawan dalam jumpa pers yang digelar setelah menghadiri Gala Dinner dengan USINDO (The United States-Indonesia Society) di Four Seasons, Washington DC, Selasa (26/9/2006) waktu setempat seperti dilaporkan wartawan detikcom di Washington, Endang Isnaini Saptorini. Dalam jumpa pers itu, Kalla juga menyinggung mengenai akses pemeriksaan Hambali, warga Cianjur yang kini menjadi tersangka terorisme dan ditahan oleh AS di tahanan Guantanamo. "Kita sudah bertemu dan membicarakannya dengan National Security Advisor- Stephen Hadley, bahwa untuk penyelesaian masalah terorisme, kita harus memiliki akses. Karena tidak mungkin kita mengetahui apa yang ada di balik peristiwa tersebut tanpa memiliki akses yang jelas," ujar Kalla. Kalla berada di Washington, DC selama empat hari. Sejumlah pertemuan dengan tokoh dan pejabat AS dilakukan Kalla sejak pagi. Rencananya, Rabu (27/9/2006) pukul 07.30 waktu Washington, DC, Kalla akan bertemu Presiden Bank Dunia, Paul Wolfowitz, sebelum bertolak ke New York untuk mengakhiri lawatannya di AS. Dalam lawatan di Washington, Kalla juga bertemu dengan kalangan pengusaha AS yang secara langsung berkecimpung dalam dunia pertambangan, perindustrian, dan energi. Kalla optimistis hubungan kerjasama antara AS dan Indonesia akan meningkat.
(asy/asy)











































