Mulyana Terkejut 2 Dirut Sangkal Ikut Tender Kotak Suara

Mulyana Terkejut 2 Dirut Sangkal Ikut Tender Kotak Suara

- detikNews
Rabu, 27 Sep 2006 16:04 WIB
Jakarta - Terdakwa Mulyana W Kusumah mengaku terkejut atas kesaksian Dirut PT Nadia Mitra Wangi dengan Dirut PT Lima Wira Wissesa, pemenang proyek kotak suara Pemilu 2004 yang menyangkal ikut tender. Namun menurut Mulyana, dokumen tender sah."Saya tidak tahu persis kenapa mereka menyangkal, tetapi paling penting adalah dokumen-dokumen tender sah. Cuma jadi suatu yang misteri saja. Ada suatu missing link antara dokumen yang sah dengan penyangkalan dari para dirut," kata Mulyana di sela-sela sidang di PN Tipikor, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Rabu (27/9/2006).Mulyana menilai kesaksian 2 dirut tersebut jujur dan tidak ada tekanan maupun kebohongan.Ketika ditanya ada perusahaan yang tidak berhubungan langsung dengan kotak suara seperti IT, sepeda dan konstruksi ikut tender, Mulyana menilai hal itu dimungkinkan."Kalau itu mungkin, kemarin kan dalam kesaksian yang lalu, pabrik sepeda dianggap tidak ada hubungannya. Padahal pabrik sepeda itu berguna untuk molding (penekukan) dan sebagainya. Dengan adanya pabrik sepeda itu merupakan suatu unsur penunjang. Perusahaan IT untuk monitoring pembuatan kotak suara," terangnya.Menurut dia, KPU tidak melakukan cross check kebenaran berkas tender ke lapangan, karena Keppres 18/2000 membenarkan prosedur demikian. "Jadi sepanjang bukti formal sudah lengkap, perusahaan bisa ikut tender," cetus Mulyana.Dirut PT Nadia Mitra Wangi, Pulo Pardede, dan Dirut PT Lima Wira Wisesa, Rama Royani menyangkal mengikutsertakan perusahaan dalam proses tender kotak suara.Namun ternyata PT Lima Wira Wisesa bersama PT Nadia Mitra Wangi diumumkan sebagai pemenang tender pengadaan kotak suara di bawah konsorsium Survindo Indah Prestasi (SIP). (aan/sss)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads