Alquran Terberat di Dunia Tidak Akan Dijual
Rabu, 27 Sep 2006 15:30 WIB
Bogor - Banyak kalangan ingin memiliki Alquran terberat di dunia yang disimpan di Pondok Pesantren Al-Ashiryyah Nurul Iman. Sayang seribu sayang, kitab suci seberat 1,2 ton itu tidak akan dijual dengan harga berapa pun."Tidak akan saya jual kepada siapa pun dan dengan harga berapa pun. Sampai hari kiamat tidak akan saya jual," kata Habib Saggaf Bin Mahdi bin Syekh Abu Bakar bin Salim di Ponpes Al-Ashiryyah Nurul Iman, di Desa Waru Jaya, Parung, Bogor, Jawa Barat, Rabu (27/9/2006).Keputusan ini merupakan amanah dari semua pihak yang terlibat pembuatan Alquran. Habib Saggaf tidak berani melanggar amanah tersebut."Itu barang wakaf, jadi tidak boleh dijual. Kalau saya menjualnya, maka saya akan berdosa," ujar Habib Saggaf.Menurut Habib Saggaf, seorang pangeran dari Timur Tengah menawar Alquran yang terbuat dari alumunium itu dengan harga US$ 500 ribu. Namun dengan halus, tawaran itu ditolaknya.Pembuatan Alquran itu menelan biaya Rp 500 juta. Dana sebesar itu diperoleh dari seorang pengusaha Yogyakarta bernama Haji Yosi. Dia adalah sahabat dekat Habib Saggaf.Habib Saggaf berharap Alquran raksasa itu menjadi peninggalan yang bermanfaat bagi para santri Ponpes Al-Ashiryyah Nurul Iman. Alquran ini bisa menjadi pemicu para santri untuk lebih mendalami ajaran agama Islam.Hal tersebut sesuai dengan peristiwa turunnya Alquran yang menjadi latar belakang pembuatan Alquran raksasa ini. Nabi Muhammad SAW memikul beban yang cukup berat untuk menyebarkan kalimat perintah dan larangan Allah SWT."Jadi Alquran terberat ini terinspirasi dari beratnya perjuangan Nabi Muhammad menyebarkan kebaikan kepada manusia. Pesan lainnya, agar umat Islam tidak meremehkan Alquran karena berisi tuntutan dan petunjuk bagi seorang muslim," tutur Habib Saggaf.
(djo/sss)











































