Pembuat Alquran Terberat di Dunia Harus Puasa & Berwudhu
Rabu, 27 Sep 2006 14:57 WIB
Bogor - Pembuatan Alquran terberat di dunia di Pondok Pesantren Al-Ashiryyah Nurul Iman tidak boleh sembarangan. Para habib harus puasa dan bebas hadast (suci) selama membuat kitab suci tersebut.."Kita melakukan itu (berpuasa dan wudhu) karena ingin mempunyai rohaniah yang kuat. Ini bukan pekerjaan sembarangan," kata pembuat Alquran tersebut, Habib Saggaf Bin Mahdi bin Syekh Abu Bakar bin Salim di Ponpes Al-Ashiryyah Nurul Iman, di Desa Waru Jaya, Parung, Bogor, Jawa Barat, Rabu (27/9/2006).Habib Saggaf memang tidak sendirian membuat Alquran yang terbuat dari aluminium yang tiap lembarnya berukuran 1,2 x 1,5 meter tersebut. Dia dibantu delapan orang temannya yang merupakan para ahli dan penghafal Alquran."Saya mengenal mereka semua sebagai orang yang dekat dengan Allah. Niat mereka juga murni karena Allah," cerita Habib Saggaf mengenai teman-temannya tersebut.Pengerjaan kitab raksasa dikerjakan setiap hari selama 5 tahun, yakni sejak 1985-1990. Mereka hanya beristirahat selama 15 menit setiap 3 jam, kemudian melanjutkan pekerjaan kembali. Semua proses pembuatan Alquran ini dilakukan di sebuah tempat di kawasan Bintaro, Tangerang."Terkadang ada teman yang mengendur, tapi setelah kita berkumpul dan bermusyawarah sambil mengingat Allah, semangat kembali muncul," tutur Habib Saggaf.Habib Saggaf bersyukur karena akhirnya mereka bisa merampungkan semua pekerjaan. Terlebih, tidak ada gangguan berarti yang mereka alami selama pembuatan Alquran tersebut."Tidak ada gangguan sama sekali. Kita juga tidak pernah mimpi apa-apa. Lagi pula selaku umat Islam kita tidak boleh percaya mimpi. Itu hanya bunganya tidur," ungkap Habib Saggaf.
(djo/asy)











































