Mahasiswa Yogya Demo Tolak Beras Impor
Rabu, 27 Sep 2006 13:53 WIB
Yogyakarta - Demo menolak beras impor masih terjadi. Puluhan mahasiswa anggota Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Gadjah Mada (UGM) menggelar aksi menolak beras impor. Dalam aksi yang digelar di halaman kantor Perum Bulog Divre Yogyakarta ini, mereka meminta Bulog menolak rencana pemerintah untuk mengimpor beras.Aksi hari ini, Rabu (27/9/2006) pukul 10.30 WIB diawali dari Bundaran kampus UGM di Bulaksumur menuju kantor Bulog Divre Yogyakarta di Jl. Suroto yang berjarak sekitar 1 kilometer. Setiba di kantor Bulog, mahasiswa menggelar orasi di depan pintu kantor.Beberapa poster yang diusung, antara lain bertuliskan 'Impor beras sarat kepentingan bisnis, impor beras =sengsarakan petani. Massa juga membawa sebuah karung plastik bekas bertuliskan beras impor, tapi tidakdiisi beras. Dalam orasinya koordinator aksi Agung Nugraha mengecam kebijakan pemerintahan SBY-JK yang tetap nekat mengimpor beras. Tindakan yang dilakukan Menperindag dianggap telah menyengsarakan nasib petani. "Kami menolak beras impor karena itu bukan kebijakan yang pro rakyat," katanya.Saat mahasiswa berorasi dua orang perwakilan mahasiswa diajak berdialog dengan pimpinan Perum Bulog Divre Yogyakarta Agusdin Fariedh di ruang rapat lantai 3. Kepada wakil mahasiswa, Agusdin secara tegasmengatakan Bulog Divre Yogyakarta tidak akan menerima beras impor. Sebab kebutuhan beras di DIY sudahtercukupi beras dari petani."DIY bersama daerah lainnya di Jawa seperti Jatim, Jateng dan Jabar sampai akhir tahun ini masih surplus beras sehingga tak mungkin kami meneima beras impor," katanya.Menurut dia, beras impor hanya akan didistribusikan di daerah-daerah luar Jawa yang minus beras, seperti sebagian Sumatera, Kalimantan, NTT, Papua dan sebagian Sulawesi. Pemerintah mengeluarkan kebijakan impor beras untuk mengisi kekosongan suplai beras di daerah yang tidak mengalami surplus. "Kita tidak bakal impor beras dan kalaupun ada kekurangan, kita juga tidak minta pemerintah pusat, tapi cukup membeli beras dari petani lokal," tegas dia.
(bgs/asy)











































