Nikmati RI 3 Bulan Berkat Gus Dur

Kisah Mahasiswa Orla di Kuba (2)

Nikmati RI 3 Bulan Berkat Gus Dur

- detikNews
Rabu, 27 Sep 2006 10:06 WIB
Nikmati RI 3 Bulan Berkat Gus Dur
Havana - Widodo Suwardjo, merupakan salah satu dari ratusan eks mahasiswa ikatan dinas di luar negeri saat zaman Orde Lama (Orla) yang hingga sekarang belum bisa kembali ke Indonesia. Setelah sejak 1960-an berada di Rusia dan Kuba, Widodo sempat menikmati Indonesia tahun 2001 lalu, berkat Presiden Gus Dur. Sayang, kesempatan di Indonesia hanya didapat Widodo selama 3 bulan saja. Tahun 2001 lampau, Widodo bisa menginjakkan kaki di tanah air setelah mendapat visa kunjungan selama 3 bulan. Visa ini diperolehnya setelah Presiden Gus Dur berkunjung ke Kuba pada tahun 2000. "Namun, karena bukan WNI, menurut Undang-undang, saya pun diperlakukan seperti orang asing, tiap bulan saya harus melapor ke Imigrasi Jakarta Selatan," kata Widodo saat ditemui detikcom di apartemennya yang sangat sederhana di daerah Playa, kota Havana, pada pertengahan September 2006 lalu. Saat melapor dan mengurus perpanjangan tinggal di Indonesia ke Imigrasi Jakarta Selatan tersebut, tentu saja Widodo diharuskan membayar sejumlah uang. Tapi, tak mengapa. Hal itu pun dilakukan Widodo, karena dirinya ingin melampiaskan kerinduannya kepada tanah airnya. Saat kunjungan pertama kalinya ke Indonesia sejak ditinggalkannya pada tahun 1960-an itu, Widodo masih beruntung, karena bisa melacak keberadaan sanak saudaranya. Widodo juga berhasil menemui mereka. Kerinduan terhadap keluarganya sedikit terobati. Ya .... sedikit terobati, karena sebenarnya Widodo berharap bisa menjadi WNI dan memiliki paspor Indonesia. Di tengah penantiannya untuk mendapatkan paspor Indonesia, sehingga dirinya bisa leluasa berkunjung ke Indonesia, bahkan mungkin kembali ke Indonesia, Widodo memberikan kontribusi terbaiknya untuk pemerintah Kuba melalui lembaga Institut Riset Metalurgi (CIME), tempatnya bekerja saat ini. Bahkan pemerintah Kuba sempat mengirimkan Widodo untuk melanjutkan studinya ke jenjang S3 di almamaternya di Rusia, pada tahun 1985. Dalam kesendirian di usia senjanya, saat ini berumur 66 tahun, Widodo senang sekali bersosialisasi dengan masyarakat Indonesia yang jumlahnya tidak banyak di Kuba. Pria kelahiran Mojoagung, Jawa Timur ini juga dikenal sangat penolong dan rendah hati, seperti diungkapkan oleh Dina Martina, staf konsul di KBRI Havana. "Sayang sekali potensi dan kapasitas yang dimiliki oleh Pak Widodo dengan keahliannya di bidang metalurgi tidak bisa dikontribusikan untuk pemerintah Indonesia, selain sifat Pak Widodo yang juga baik dan rendah hati," kata Dina menyayangkan. (asy/asy)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads