Kompleks Saritem Ditutup

Kompleks Saritem Ditutup

- detikNews
Selasa, 26 Sep 2006 20:23 WIB
Bandung - Setelah diminta tutup selama bulan puasa, sekitar tujuh rumah bordil di kompleks lokalisasi Saritem (pekerja seks komersil) Bandung di Kelurahan Kebun Jeruk Kecamatan Andir juga disegel untuk selamanya oleh Pemkot Bandung.Belasan Satpol PP dibantu oleh aparat kepolisian Polsek Andir, tanpa adanya perlawanan dari pemilik, tujuh rumah bordir yang berada di RW 07 dan RW 09 disegel.Kabid Penyidikan Satpol PP Bandung Dadang Iriana mengatakan penyegelan rumah bordir ini bukan karena menghadapi bulan puasa, namun sesuai dengan perda K3 (Kebersihan, keindahan, dan ketertiban kota). Di mana pada 2008, tidak ada lagi praktek prostitusi di Bandung."Penyegelan ini baru tahap pertama. Selanjutnya akan kami lakukan secara bertahap hingga mencapai target pada 2008," ujarnya kepada wartawan Selasa (26/09).Jumlah rumah bordir di Komplek Saritem Bandung tersebut saat ini mencapai 66 buah dan dihuni oleh 417 PSK. Sementara untuk jumlah PSK yang akhirnya harus "menganggur" akibat penyegelan, Dadang mengaku belum mempunyai datanya.Menurutnya untuk mengantisipasi pencabutan segel oleh pemilik rumah bordir, 10 hari pasca penyegelan akan dilakukan pengawasan ketat oleh Satpol PP bekerjasama dengan Disnaker, Dinas Sosial, serta Muspika setempat.Lebih lanjut dia menjelaskan sebelum penyegelan, pihaknya telah melakukan dua kali sosialisasi dan melayangkan surat peringatan, namun tidak diindahkan."Penyegelan ini bukan hanya atas prakarsa dari Pemkot, namun juga atas permintaan masyarakat sekitar," tuturnya.Sementara itu warga Rt 03 RW 09, Ny Eti (55) mengaku tidak setuju dilakukan penyegelan rumah bordir untuk selamanya. Sebab, hal itu akan berdampak kepada pendapatan warga sekitar."Sejak kecil saya sudah tinggal disini. Sehari-hari saya berdagang kue cucur (makanan tradisional) di komplek. Saya khawatir jualan saya tidak laku lagi karena tidak ada yang beli," ujarnya.Menurut Eti, pemerintah sebaiknya tidak hanya melakukan penutupan komplek prostitusi tanpa memberikan solusi kepada penghuni komplek maupun warga sekitar."Saya juga heran kenapa komplek Saritem yang sudah tertib malah ditertibkan. Tapi praktek prostitusi di pinggiran jalan tidak ditertibkan," katanya. (wiq/wiq)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads