Dana Operasional Dipangkas, Sutiyoso Ancam Naikkan Tarif Busway

Dana Operasional Dipangkas, Sutiyoso Ancam Naikkan Tarif Busway

- detikNews
Selasa, 26 Sep 2006 15:08 WIB
Jakarta - Menyusul rencana DPRD DKI Jakarta memangkas dana operasional busway sebesar Rp 100 miliar, Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso mengancam akan menaikkan tarif busway untuk semua koridor."Kita kan harus subsidi Rp 150 per penumpang. Kalau subsidi ditarik, ya mugkin arahnya ya harus dinaikkan tarif," kata Sutiyoso usai mengikuti rapat paripurna DPRD DKI tentang perubahan ABPD 2006 di Gedung DPRD, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa (26/9/2006).Menurut Sutiyoso, sebenarnya kenaikan tarif sebisa mungkin dihindari. Namun bila subsidi ditarik, untuk menghindari kerugian, maka kenaikan tarif merupakan jalan yang harus ditempuh.Namun besaran kenaikan tarif, menurut Sutiyoso, masih diperhitungkan.Ketua DPRD DKI Ade Surapriyatna meminta Sutiyoso menunda kenaikan tarif busway, mengingat beban masyarakat sudah banyak."Jangan bebani rakyatlah. Kita sudah sepakat sistem transportasi kita untuk kepentingan rakyat dan sesuai dengan kemampuan," katanya.Sebelumnya Ketua Komisi D DPRD DKI Sayogo Hendrosubroto menyatakan, alasan kebijakan pemangkasan dana operasional busway yakni sedikitnya penerimaan penjualan tiket dari target Rp 200 miliar, yang diterima hanya Rp 100 miliar rupiah.Selain itu, juga jumlah busway yang beroperasi tidak sesuai target. Misalnya untuk koridor I jumlah bus 91 unit. Untuk koridor II dan III sebanyak 68 unit, padahal targetnya 204 unit bus. (jon/sss)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait