Cegah Pelanggaran, Junta Kerja Sama dengan PM Baru
Selasa, 26 Sep 2006 13:09 WIB
Bangkok - Militer Thailand tampaknya akan terus terlibat dalam urusan pemerintahan di negeri Gajah Putih itu. Buktinya, junta militer masih akan terus bekerja sama dengan perdana menteri (PM) baru yang ditunjuk nanti. Ini dilakukan untuk memastikan tidak terjadi penyalahgunaan kekuasaan oleh pemerintahan sipil yang baru.Demikian disampaikan pemimpin kudeta militer, Jenderal Sonthi Boonyaratglin seperti diberitakan kantor berita AFP, Selasa (26/9/2006)."Perlu untuk tetap mempertahankan dewan supaya tidak ada jalan bagi pelanggaran eksekutif," tegas Sonthi. "Semua akan berlanjut seperti jadwal semula," imbuhnya.Dikatakan Sonthi, junta akan diubah bentuknya menjadi dewan para menteri keamanan setelah PM baru ditunjuk dalam waktu dekat ini. "Militer akan bertindak sebagai penasihat pemerintah interim. Sebabnya, masih ada kekhawatiran akan isu-isu keamanan karena kita tidak tahu apa yang akan terjadi nanti," ujar Sonthi.
(ita/sss)











































