Areal Sawah di Desa Siring Kini Bak Lautan Perabotan

Areal Sawah di Desa Siring Kini Bak Lautan Perabotan

- detikNews
Selasa, 26 Sep 2006 06:56 WIB
Sidoarjo - Seiring terbitnya sang fajar, makin terlihat kondisi korban lumpur Lapindo yang berada di Desa Siring dan Desa Kedungbendo, Kecamatan Tanggulangin. Mereka kehilangan tempat tinggalnya hanya dalam waktu satu malam. Berdasarkan pantauan detikcom, Selasa (26/9/2006), terlihat terjangan lumpur itu merusak tembok, memecahkan kaca jendela, dan membuat sebagian perabotan warga terseret arus hingga puluhan meter.Misalnya saja, di areal persawahan Desa Siring, kini terlihat banyak sekali perabotan warga yang mengapung. seperti lemari, meja, dan kursi. Pemandangan seperti ini juga terlihat di persawahan di Desa Kedungbendo.Segala upaya juga sudah dilakukan oleh Timnas Penanggulangan Lumpur Porong untuk mencegah meluasnya lumpur panas itu. Timnas memblokade jalan Tol Gempol di Km 38 dengan tanggul tanah yang ditaruh melintang di tengah jalan tol. Kemungkinan tindakan ini dilakukan agar lumpur tidak meluas ke Km 39.Hingga berita ini diturunkan, terlihat aliran lumpur di jalan Tol Gempol ini menghabiskan 400 meter jalan. Saat ini, aliran lumpur dapat sedikit tertahan karena tanggul di Km 37 yang sebelumnya jebol sudah mulai dapat ditutup, meskipun lumpur sudah menggenangi tol itu sekitar 1,5 meter.Sementara itu, terjangan lumpur panas ini, hingga pagi ini belum mencapai jalur KA. Meskipun air lumpur sudah tinggal 1 meter lagi mencapai jalur rel KA itu. Untuk mencegah agar air dan lumpur ini tidak menggenangi rel KA, Timnas menggali saluran air di sepangjang perbatasan rel dengan persawahan. Mereka membangun saluran air baru sedalam 1,5 meter. (ary/ary)


Berita Terkait