Ketua Karangtaruna Bantah Berikan Cek Kosong
Selasa, 26 Sep 2006 06:30 WIB
Jakarta - Ketua Karangtaruna Pusat, Dody Susanto, membantah telah memberikan cek kosong dalam pelaksanaan Rakernas Karangtaruna Nasional 2005. Dody pun membantah telah dihubungi pihak penyelenggara untuk mencairkan cek itu."Saya, sebagai ketua umum Karangtaruna memberikan kontribusi sebesar Rp 200 juta terhadap kegiatan itu melalui panitia dengan cek organisasi bersyarat dengan No. CB 810643," kata Dody kepada detikcom, Selasa (26/9/2006).Menurutnya, cek organisasi itu baru dapat dicairkan setelah panitia Bulan Bakti Karangtaruna (BBKT) 2005 melampirkan revisi laporan keuangan kegiatannya itu. Jika laporan keuangan BBKT sudah dilampirkan, lanjutnya, cek itu baru dapat dicairkan pada 9 Januari 2006."Dan hingga saat ini, pengurus nasional karangtaruna sama sekali belum menerima revisi laporan keuangan itu," ujarnya.Dody menjelaskan, meskipun panitia BBKT 2005 belum menyerahkan laporan keuangannya, pihaknya sudah menyiapkan evaluasi laporan keuangan itu. "Ini kami persiapkan sendiri dan berdasarkan instansi yang berwenang. Instansi itu pun menyatakan laporan keuangan yang telah diberikan tidak dapat dipertanggungjawabkan. Dan mengandung unsur-unsur penyimpangan," paparnya. Seperti diberitakan sebelumnya, Dody telah dilaporkan ke polisi oleh pengurus Karangtaruna Provinsi DIY. Dody dianggap menipu dengan memberikan cek kosong kepada Karangtaruna DIY untuk biaya pelaksanaan Rakernas Karangtaruna Nasional tahun lalu.Sang pelapor adalah Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Pembayun, selaku Ketua Karangtaruna DIY bersama sejumlah pengurus, antara lain Wakil Ketua R Sulistyo, Haryawan Emir dan Ony. Dody dilaporkan ke Poltabes Yogyakarta hari ini, Senin (25/9/2006) di Jl Reksobayan Yogyakarta. Saat melaporkan Dody, mereka langsung bertemu Kapoltabes Yogyakarta Kombes Pol Haka Astana.
(ary/ziz)











































