Menhan Akui 'Konyol' Kurang Baik

Menhan Akui 'Konyol' Kurang Baik

- detikNews
Senin, 25 Sep 2006 17:26 WIB
Jakarta - Kisah 'konyol' terungkit lagi. DPR meminta penjelasan Menhan Juwono Sudarsono yang menyebut komentar Ketua DPR Agung Laksono konyol. Menhan mengakui pilihan katanya kurang baik.Pada Juli 2006 Agung meminta Dephan terbuka dalam pengadaan barang dan jasa di tubuh TNI. Agung juga meminta hasil penyelidikan Puspom TNI mengenai kasus penemuan senjata di kediaman mendiang Waaslog KSAD alm Brigjen TNI Koesmayadi tidak ditutup-tutupi.Komentar Agung ini yang kemudian dianggap konyol oleh Menhan. Anggota dewan pun sempat panas dan menilai Menhan tidak sopan, bahkan Presiden SBY sampai diminta menegur Menhan.Meski kini Menhan mengakui pilihan katanya kurang baik, namun substansi yang dimaksud tidak akan dicabut."Ini terkait pesan presiden, pihak lain tidak boleh terlibat dalam pengungkapan kasus ini. Saya tidak ingin ada campur tangan dari DPR, termasuk ketua DPR," kata Menhan dalam rapat kerja dengan Komisi I DPR di Gedung DPR, Jakarta, Senin (25/9/2006).Menhan berharap DPR dapat menerima kritik dan masukan dari semua pihak. "Sistem negara ini presidensial, ada prakarsa eksekutif di sana dan ada hak eksekutif untuk mengawasi DPR," tambahnya.Menhan juga mengaku sempat naik pitam saat Agung dalam pidato sidang paripurna mendesak agar kasus senjata Koesmayadi segera dituntaskan. "Hal itu sedang ditangani secara profesional oleh TNI," katanya.Menanggapi pernyataan Menhan, anggota Komisi I DPR Abdillah Thoha menegaskan, pernyataan ketua DPR bukan merupakan campur tangan. "Ini kehendak masyarakat agar persoalan ini segera diselesaikan," kata Thoha.Thoha juga meluruskan pernyataan Menhan bahwa tidak ada kewenangan eksekutif untuk mengawasi DPR secara langsung. Mendengar ucapan Thoha, Menhan tidak memberikan respons. (ken/sss)


Berita Terkait