Polisi Tangkap 5 Orang yang Terlibat Kerusuhan Atambua

Polisi Tangkap 5 Orang yang Terlibat Kerusuhan Atambua

- detikNews
Senin, 25 Sep 2006 15:14 WIB
Kupang - Polres Belu mengamankan lima warga sipil yang diduga terlibat kerusuhan Atambua, Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat (22/9/2006) lalu. Polisi mengaku memiliki dokumen lengkap tentang aktivitas mereka. Kelima warga itu untuk sementara ditahan di Markas Polres Belu guna menjalani pemeriksaan. Sumber dari kepolisian mengatakan dokumen-dokumen mengenai keterlibatan lima warga ini cukup akurat. "Mereka terekam kamera saat terjadi pembakaran rumah dinas kepala kejaksaan Atambua, pengrusakan kantor Kejaksaan Negeri Atambua, Kantor Pengadilan Atambua, pembobolan Lembaga Pemasyarakatan Atambua serta pengrusakan warung, toko dan kios milik warga," kata sumber dari Polres Belu.Wakil Bupati Belu, Gregorius Mau Bili, yang dihubungi Senin (25/9/2006) membenarkan penangkapan lima warga sipil itu. "Saya baru dapat laporan dari polisi bahwa ada lima orang ditangkap dan diamankan. Mereka ditangkap sebagai saksi. Rencananya aktor-aktor intelektua yang memprovokasi tindakan anarkis akan ditangkap juga untuk mempertanggungjawabkan perbuatan mereka," kata Gregorius. Para tokoh agama lintas agama di Kabupaten Belu mendukung langkah kepolisian untuk mengejar para perusuh dan provokator, karena aksi damai menolak eksekusi mati Tibo cs, yang diprakarsai oleh Forum Komunikasi Pemuka Agama Kabupaten Belu telah dinodai oleh ulah para provokator. "Semua tokoh agama, baik Katolik, Kristen, Islam, Hindu dan Budha mendukung langkah kepolisian," lanjut Gregorius.Mengenai aktivitas Pengadilan dan Kejaksaan Negeri Atambua, Gregorius mengatakan, untuk sementara belum berjalan karena sejumlah fasilitas seperti komputer, meja kerja dan dokumen-dokumen penting mengalami kerusakan dan sebagian tercecer. Selain itu, pintu dan jendela kantor Kejaksaan dan Pengadilan mengalami kerusakan dan masih diperbaiki. "Untuk sementara mereka bekerja di ruangan yang masih layak. Tetapi proses-proses persidangan belum berjalan dengan baik," katanya. Sedangkan para narapidana dan tahanan yang sebelumnya kabur sebagian besar sudah pulang dan menyerahkan diri di Lembaga Pemasyarakatan Atambua. "Sampai dengan siang ini baru 135 dari 205 narapidana dan tahanan yang kembali dan menyerahkan diri," ujar Gregorius. (asy/asy)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads