Ketua Karangtaruna Pusat Dilaporkan ke Polisi

Ketua Karangtaruna Pusat Dilaporkan ke Polisi

- detikNews
Senin, 25 Sep 2006 12:32 WIB
Yogyakarta - Ketua Karangtaruna Pusat, Dody Susanto, dilaporkan ke polisi oleh pengurus Karangtaruna Provinsi DIY. Dody dianggap menipu dengan memberikan cek kosong kepada Karangtaruna DIY untuk biaya pelaksanaan Rakernas Karangtaruna Nasional tahun lalu.Sang pelapor adalah Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Pembayun, selaku Ketua Karangtaruna DIY bersama sejumlah pengurus, antara lain Wakil Ketua R. Sulistyo, Haryawan Emir dan Ony. Dody dilaporkan ke Poltabes Yogyakarta hari ini, Senin (25/9/2006) di Jl Reksobayan Yogyakarta. Saat melaporkan Dody, mereka langsung bertemu Kapoltabes Yogyakarta Kombes Pol Haka Astana. Seusai mendaftarkan laporan ini, Sulistyo menuturkan setahun yang lalu, Karangtaruna Provinsi DIY ditunjuk sebagai panitia pelaksana kegiatan bulan bakti Karangtaruna Tingkat Nasional. Kegiatan itu dilaksanakan bulan September 2005, antara lain di Hotel Melia Purosani dan Kaliurang.Karangtaruna Pusat berjanji akan memberikan dana pelaksanaan kepada panitia. Namun hingga pelaksanaan berakhir, hingga sekarang ini, banyak kewajiban dari Karangtaruna Nasional yang harus dipenuhi kepada panitia yang nunggak, seperti biaya hotel, katering dan lain-lain.Menurut dia, jumlah tunggakan yang harus dibayarkan itu diperkirakan mencapai Rp 400 juta. Oleh Ketua Karangtaruna Pusat, panitia sempat diberi cek oleh Dody yang diterima GKR Pembayun atau Nurmalita Sari selaku ketua karangtaruna DIY. "Namun ketika cek hendak diuangkan, ternyata cek itu kosong dan tidak bisa diuangkan," katanya. Sulistyo mengatakan pihaknya sudah menanyakan masalah itu, tapi tidak pernah mendapat jawaban dari Dody. Beberapa kali pendekatan dilakukan, baik secara persuasif maupun organisasi ternyata juga tidak berhasil. "Atas kesepakatan teman-teman pengurus di DIY, akhirnya kami akan menyelesaikan secara yuridis saja," ujar dia. Dia mengatakan pada pertengahan Mei lalu, pada saat dilakukan Rakernas Karangtaruna se Indonesia, pihaknya sudah menanyakan masalah itu. "Disepakati 2 minggu setelah itu, masalah Yogya akan selesai. Namun belum sampai dua minggu, di Yogyakarta ada gempa dan sampai sekarang ini belum ada penyelesaian meski kita terus menghubungi," katanya. (bgs/asy)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads