13 Nyawa Warga Sipil Irak Melayang di Awal Ramadan
Minggu, 24 Sep 2006 18:53 WIB
Baghdad - Ramadan dimaknai sebagai bulan suci yang penuh rahmat oleh umat muslim. Namun ternyata di awal puasa, 13 orang tewas dalam sebuah serangan di Irak.3 Sopir dari kalangan sipil dilaporkan tewas ketika sekelompok orang melancarkan serangkaian serangan di dekat Abu Ghraib, daerah pinggiran sebelah barat Baghdad. Para pemberontak melepaskan rentetan tembakan dan bom termasuk bom mobil di tepi jalan. Target mereka adalah konvoi angkatan bersenjata Irak.Demikian dilansir dari kantor berita AFP, Minggu (24/9/2006).Di tempat lain yang mayoritas penduduk adalah kaum Sunni, seorang warga tewas dan 14 luka-luka, termasuk 4 polisi, akibat bom mobil di distrik Karrada, di tengah kota Baghdad. Rupanya target bom ini adalah polisi yang berpatroli.Bom mobil juga meledak di Adhamiyah yang mengakibatkan 2 tentara tewas dan 2 orang cidera. Sedangkan bom mobil bunuh diri di Tall Affar membawa 2 korban tewas, setelah pada minggu sebelumnya bom mobil telah merenggut nyawa 20 warga.Pemandangan berdarah penuh kekerasan juga terlihat di Provinsi Diyala. Di sini 5 orang tewas dalam serangan bersenjata, termasuk anggota kepolisian.Kejadian mengenaskan itu menunjukkan ternyata Ramadan tidak menghentikan serangan berdarah di Negeri 1001 Malam itu. Bahkan menjelang puasa, pada Sabtu 23 September kemarin, 31 orang tewas dalam aksi pengeboman di distrik Kota Sadr yang mayoritas penduduknya adalah kaum Syiah. Kebanyakan yang tewah adalah perempuan dan anak-anak.2 Koran terkemuka di AS melaporkan intelijen AS menggolongkan bahwa perang di Irak telah memicu gelombang baru radikalisme Islam dan aksi terorisme.Estimasi Intelijen Nasional AS pun berkesimpulan ada kontradiksi antara klaim Presiden AS George W Bush dan pejabat tinggi administrasi Gedung Putih dengan realitas yang terjadi. Bush pernah menyebut bahwa kemenangan di Irak adalah kunci memenangkan perang global atas terorisme.
(nvt/nrl)











































