Pilpres 2009 Tidak Harus Diikuti Muka Baru

Pilpres 2009 Tidak Harus Diikuti Muka Baru

- detikNews
Minggu, 24 Sep 2006 12:02 WIB
Jakarta - Keinginan sejumlah muka lama maju dalam pemilihan presiden (pilpres) 2009 hal yang wajar. Dalam politik memang harus selalu ada harapan."Kalau sekali kalah kemudian anda bunuh diri, jangan terjun ke politik," kata pengamat politik dari Universitas Indonesia (UI) Maswadi Rauf kepada detikcom melalui telepon, Minggu (24/9/2006).Menurut Maswadi, hal ini bukan berarti regenerasi dalam dunia politik Indonesia tidak berjalan. Dalam pilpres memang tidak harus diisi oleh pendatang baru. "Selama pencalonan mereka konstitusional, tidak ada masalah. Mereka berhak mencoba kembali. Yang penting mereka harus legowo jika kalah. Semuanya harus dipulangkan kepada rakyat," ujar Maswadi.Budaya Paternalistik Meski demikian Maswadi mengakui hal ini tidak terlepas dari kultur atau budaya paternalistik masyarakat Indonesia. Masyarakat memilih seorang pemimpin hanya berdasarkan figur bukan kemampuannya."Sekali kesengsem tetap kesengsem. Masyarakat terkadang masih memakai prinsip pokoknya dia. Yang penting ibu ini bukan bapak itu," ujar Maswadi.Sejumlah tokoh politik yang pernah ikut dalam pilpres 2006, seperti Amien Rais, Megawati dan Gus Dur, Akbar Tandjung telah memberi isyarat bahwa mereka akan kembali lagi terjun dalam pertarungan di 2009. Amien Rais mengatakan, keputusan tersebut akan dipastikan 6 bulan sebelum pilpres 2006. Sedangkan Gus Dur mengaku telah mendapat mandat dari sejumlah kiai senior untuk mengikuti pilpres 2009. Akbar Tandjung masih akan ikut konvensi Golkar bila partai itu menyaring capres pada 2009 nanti.Sementara dari kubu banteng, nama Megawati masih belum bergeser dari calon kuat. PDIP tetap yakin, putri sulung Bung Karno itu akan mendulang suara terbanyak dalam pilpres 2009. (djo/jon)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads