Jusuf Kalla Jelaskan Kasus Tibo ke Warga Indonesia di AS

Jusuf Kalla Jelaskan Kasus Tibo ke Warga Indonesia di AS

- detikNews
Minggu, 24 Sep 2006 10:23 WIB
Washington DC - Buka puasa pertama warga Indonesia di Washington DC dan sekitarnya yang berlangsung di Kedutaan Besar Indonesia Sabtu sore [23/9] tadi (waktu DC) terasa istimewa. Bagaimana tidak, mereka mendapat kesempatan buka bersama dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla yang sedang melakukan lawatan enam hari di Amerika Serikat. Tak hanya itu, mereka juga berkesempatan untuk menanyakan langsung isu-isu hangat yang terjadi di tanah air saat acara temu wicara dengan wapres sebelum buka puasa bersama dimulai. Kesempatan itulah yang dimanfaatkan Irwan Rosyadi, warga Indonesia yang tinggal di Amerika Serikat selama enam tahun. Saat mendapat giliran bertanya, ia langsung memberondong Jusuf Kalla dengan berbagai pertanyaan menyangkut isu hangat di tanah air. "Tolong dijelaskan mengapa eksekusi Tibo CS berbuntut kerusuhan," ujar Irwan seraya menambahkan mengapa aktor lain yang terlibat dalam kerusushan Poso tidak dibawa ke pengadilan. Menanggapai pertanyan itu, Jusuf Kalla mengatakan eksekusi terpidana mati Tibo cs merupakan bentuk penegakkan hukum yang seharusnya diterima oleh semua pihak. "Itu kan cara kita meneggakan hukum. Tibo sudah divonis dan upaya grasinya ditolak. Jadi ia harus dieksekusi,"ujar Jusuf Kalla sebagaimana dilaporkan wartawan detikcom di Washington DC, Endang Isnaini Saptorini.Jusuf Kalla yang malam itu mengenakan baju batik warna hijau menjelaskan bahwa Tibo terbukti menjadi pemimpin kelompok yang membantai 75 orang di pesantren dalam keruruhan Poso. "Kita jangan melihat Tibo sebagai orang Kristen atau orang NTT tapi sebagai manusia yang bersalah karena membantai banyak orang. Jadi ini kasus hukum bukan kasus agama atau etnik," tandas Jusuf Kalla.Dalam temu wicara yang dipandu Duta Besar Indonesia untuk AS Sudjanan Parnohadiningrat itu, Wapres Jusuf Kalla juga menjelaskan berbagai kemajuan yang dicapai pemerintah Indonesia. Ia membanggakan keberhasilan pemerintah dalam memberantas korupsi."Kalau dulu Indonesia negera paling korup sekarang negara yang orang paling takut korupsi. Ada gubernur dan mantan menteri yang dipenjara karena korupsi," katanya disambut tepuk tangan dari ratusan warga Indonesia yang memenuhi gedung KBRI di 2020 Massachusetts Avenue, North West, Washingon DC. Nampak hadir dalam temu wicara, Menteri Perdagangan Marie Pangestu, dan sejumlah anggota DPR RI yang menyertai rombongan wapres. Nampak hadir juga pengusaha Sofian Wanandi dan Duta Besar RI untuk Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB), Rezlan Izhar Jenie.Dalam kunjungannya ke AS ini, Wapres Jusuf Kalla dijadwalkan bertemu dengan Wakil Presiden AS, Dick Cheney, Menlu AS Condoleezza Rice. Selain itu ia juga dijadwalkan untuk berpindato di depan para penguasaha Amerika di Washington DC dan New York. (jon/jon)


Berita Terkait