XDR Tuberkulosis yang Mematikan dalam 25 Hari

XDR Tuberkulosis yang Mematikan dalam 25 Hari

- detikNews
Minggu, 24 Sep 2006 07:05 WIB
Jakarta - Belum usai virus flu burung ditumpas, kini dunia dihantui dengan sebuah kuman Tuberkulosis yang mengalami perubahan, disebut extreme drug resistance (XDR). Kasus teranyar terjadi di Afrika Selatan yang menewaskan banyak pasien dalam waktu 25 hari."Kuman TBC berubah sehingga kebal terhadap banyak obat," kata Staf Pengajar Dep Pulmonologi & Kedokteran Respirasi FKUI, Dr Tjandra Yoga Aditama dalam perbincangan dengan detikcom Minggu (24/9/2006).Menurut Tjandra, kasus ini pertama kali ditemukan di daerah bekas pecahan Uni Soviet, di negara Latvia. Penyebab berkembangnya kuman ini sebagai akibat pemberian obat secara tidak benar.Lebih parahnya lagi, kuman XDR Tuberkulosis ini tidak dapat dibedakan dengan kuman TBC jenis biasa. Bahkan, untuk ciri-ciri gejalanya sama persis. Tjandra menjelaskan, untuk mengenal XDR, maka perlu dikenal dulu multi drug resistance MDR. Menurut dokter spesialis paru ini, Tuberkulosis diobati dengan 5 atau 6 obat utama yang disebut lini pertama, misalnya Rifampisin, IHN, pirazinamid dll. Jika tidak mempan dengan obat lini pertama, maka ada obat lini ke dua, misalnya quinolone, sikloserin, kanamisin dll."Nah, MDR adalah kuman TBC yang sudah kebal terhadap obat lini pertama, khususnya rifampisin, INH. Untuk MDR ini pengobatannya sudah amat susah, amat mahal dan banyak efek sampingnya. MDR cukup banyak ditemui sehari-hari di Indonesia," imbuh Tjandra.Celakanya, lanjut Tjandra, ternyata kuman makin 'pintar'. Setelah kebal atau tidak dapat dibunuh dengan obat rifampisin, INH, mereka juga bisa kebal dengan semua obat lini pertama, jenis kuman ini disebut super strain, yang juga sudah ditemukan di Indonesia."Yang paling menakutkan lagi XDR ternyata juga kebal terhadap 3 atau lebih obat lini ke dua. Inilah yang paling mengkhawatirkan," papar Tjandra.Badan kesehatan dunia (WHO) juga telah melansir kuman terbaru ini pada awal September lalu. WHO juga menyebutkan, XDR sebagai bakteria yang berbahaya dan belum ditemukan obatnya. (ahm/ahm)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads