Kerugian Akibat Kerusuhan Atambua Ditaksir Rp 4 Miliar Lebih
Sabtu, 23 Sep 2006 23:48 WIB
Kupang - Pemerintah Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT) mengalami kerugian yang tidak sedikit akibat kerusuhan pascaeksekusi mati Tibo Cs. Diduga kerugian mencapai Rp 4 miliar lebih.Perkiraan tersebut, belum termasuk inventaris pribadi warga seperti pesawat televisi, kulkas dan peralatan elektronik lainnya yang dirusak massa.Wakil Bupati Belu, Gregorius Mau Bili, yang dihubungi di Atambua, Sabtu (23/9/2006) mengatakan, perkiraan itu diperoleh setelah pihaknya melakukan pertemuan bersama dengan berbagai pihak, termasuk tokoh agama, tokoh masyarakat dan musyawarah pimpinan daerah setempat. "Angka pasti total kerugian belum ada, tetapi perkiraan sementara diatas Rp 4 miliar karena banyak bangunan dan peralatan elektronik yang dirusak," kata Gregorius. Menurutnya, pemerintah dan beberapa lembaga lainnya telah menyatakan kesediaan untuk membantu merehabilitasi bangunan yang rusak secara swadaya, termasuk merenovasi aset-aset perorangan yang turut menjadi sasaran kebrutalan massa."Danrem 161 Wirasakti Kupang Kolonel Inf. Arif Rachman sudah menyatakan kesiapan untuk membantu pemerintah daerah memperbaiki infratsruktur yang rusak," lanjutnya.Gregorius menambahkan, kepolisian sementara berupaya untuk melakukan investigasi guna mendapatkan data-data yang akurat tentang apa penyebab sesungguhnya yang membuat tindakan anarkis tersebut. Hal yang sama, akan dilakukan oleh Forum Komunikasi Pemuka Agama Kabupaten Belu, yang melibatkan tokoh agama Katolik, Protestan, Islam, Hindu dan Budha. "Semua sepakat untuk mencari kebenaran dibalik insiden itu. Namun investigasi dilakukan terpisah dan hasilnya akan dibahas bersama," lanjutnya.Mengenai kondisi keamanan di Atambua pascakerusuhan, Gregorius mengatakan, bahwa situasinya sudah sangat kondusif. "Warga sudah mulai beraktifitas seperti biasanya dan suasana kota mulai ramai. Tidak seperti Jumat lalu yang mencekam," kata Gregorius.Bupati Sikka, Aleks Longginus yang dihubungi terpisah mengatakan, pihaknya masih melakukan pendataan berapa banyak kerugian yang dialami. "Saya belum bisa komentari soal kerugian materil yang dialami karena pembahasannya belum final," kata Longginus.
(ahm/ahm)











































