Makam Mindi Terendam Lumpur Lapindo

Makam Mindi Terendam Lumpur Lapindo

- detikNews
Sabtu, 23 Sep 2006 22:52 WIB
Sidoarjo - Sudah tradisi, setiap bulan Ramadan tiba masyarakat selalu melakukan ziarah ke makam sanak keluarganya. Tak ketinggalan, meski makam desa sudah terendam air lumpur, namun tetap tidak menyurutkan niat warga Desa Mindi, Kecamatan Porong, Jawa Timur.Dengan celana ditekuk selutut maupun rok harus berbasah kuyup, warga dengan kusuk berdoa di makam-makam saudara maupun kerabat. Tidak hanya itu, ziarah yang menurut warga mungkin untuk yang terakhir kalinya ini, mereka juga berusaha menyakinkan jika kondisi makam tetap aman."Tapi kita tidak tahu lagi jika air tetap meluap meski tanggul yang mengelilingnya sudah tinggi begitu. Mungkin saja tahun depan kita sudah tidak bisa ziarah kalau makam sudah ditenggelamkan lumpur," kata Fathicaroh (37) warga Desa Mindi yang didampingi 3 anaknya itu, Sabtu (23/9/2006).Perlu diketahui, makam Mindi ini sudah dikepung lumpur. Diselatannya juga dibangun kolam penampungan lumpur 5. Bahkan untuk menuju area pemakaman, warga harus menyusuri tanggul yang lebaranya cukup luas, berkisar 5-6 meteran itu.Warga hanya berharap kepada Lapindo Brantas Inc untuk berupaya sekuat tenaga menyelamatkan pemakaman. "Kita minta makam ini tidak ditenggelamkam. Kalau bisa dijaga sebab leluhur dan saudara kita ada disini," kata Hamim (50), warga setempat.Hamim sendiri ziarah ke makam orangtua dan mertuanya yang telah dimakamkan 7 tahun lalu itu. Ia sendiri mengaku rela jika makam ini akhirnya hilang juga ditelan lumpur. "Kita pasrah saja. Mau bagaimana? Hanya kalau bisa diselamatkan," ujarnya usai membaca doa.Lain halnya dengan Ny Amanah. Ibu tiga anak ini hanya bisa menangis sesenggukan di depan makam orangtuanya yang kondisinya sudah tenggelam itu. Dia dan anak-anaknya berusaha mengamankan makam dengan mengurug tanah. "Supaya tetap kelihatan. Saya khawatir jika hilang," katanya.Pantauan detikcom, sebagian besar makam yang ada sudah terendam air lumpur sehingga tidak terlihat lagi. Bunga-bunga yang dibawa warga pun hanya bisa ditaburkan di atas air. (ahm/ahm)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads