Densus 88 Polda NTT Kejar Perusuh Atambua dan Maumere
Sabtu, 23 Sep 2006 20:28 WIB
Kupang - Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur menanggapi serius insiden pengrusakan dan pembakaran sejumlah aset pemerintah dan swasta. Aksi tersebut dilakukan ribuan demonstran saat melakukan aksi menolak eksekusi mati Tibo cs di Atambua, Kabupaten Belu dan Maumere Kabupaten Sikka.Guna mencari para pelaku kerusuhan, Polda NTT telah mengirim tim Detasemen Khusus (Densus) 88 ke Atambua dan Maumere. "Salah satu tugas utama mereka yakni mengejar pelaku kerusuhan," kata Kepala Bidang Humas Polda NTT, Komisaris Polisi Marthen Radja, di Kupang, Sabtu (23/9/2006) malam.Menurut Marthen, Komandan Densus 88 Polda NTT, Kombes Pol Wahyu akan memimpin langsung timnya guna melaksanakan misi khusus itu. Bahkan, beberapa anggota Tim Densus 88 telah bertolak ke Atambua, sesaat setelah kerusuhan itu terjadi.Tim ini akan membantu Polres Belu melakukan investigasi dan penyidikan termasuk menuntaskan tindak pidana kekerasan yang dilakukan. "Tim Densus 88 akan terlibat aktif membantu petugas Lembaga Pemsyarakatan mengejar para napi dan tahanan yang kabur dan belum menyerahkan diri," ujarnya.Kerusuhan yang terjadi di Atambua, mengakibatkan sejumlah kantor pemerintah rusak, rumah dinas Kepala Kejaksaan Negeri Belu dan pasar baru atambua dibakar. Selain itu, 205 narapidana dan tahanan berhasil kabur setelah ribuan orang mendobrak masuk ke dalam penjara. Sementara di Maumere, aksi yang dilakukan oleh ribuan warga juga berbuntut pada pengrusakan kantor Kejaksaan Negeri Maumere, gedung DPRD dan sejumlah instansi pemerintah dan swasta lainnya. Massa juga membakar gedung Pengadilan Negeri Maumere dan sebuah rumah makan.
(ahm/ahm)











































